Beranda Bandung Raya Genjot Minat Baca, Disarpus KBB Terus Rutin Luncurkan PIKW

Genjot Minat Baca, Disarpus KBB Terus Rutin Luncurkan PIKW

BERBAGI
Kadisarpus KBB Avira Nurfashihah disela aktivitasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (6/10) di Gedung D Lt 2 Komplek Perkantoran Pemda KBB.

KBB, PASUNDANNEWS – Program Indikatif Kewilayahan (PIKW) terus menjadi andalan Dinas kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Bandung Barat (KBB) dalam meningkatkan minat baca masyarakat.

Program yang rutin diluncurkan setiap tahunnya, kali ini akan dilaksanakan Disarpus pada Oktober 2020 di 45 Desa dari 13 Kecamatan.

Program yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) ini berupa pemberian buku bacaan, alat pemandu edukatif dan rak buku bagi perpustakaan desa.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Avira Nurfashihah mengatakan program ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca masyarakat di KBB.

“PIKW merupakan kegiatan rutin kami yang mana hal ini berangkat dari hasil Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang),” ujar Avira saat ditemui di ruang kerjanya Selasa (6/10) di Gedung D Lt 2 Komplek Perkantoran Pemda KBB.

Lebih lanjut Avira menyatakan sebagai komitmen dirinya terhadap perkembangan minat baca rencananya di tahun depan pun pihaknya akan meluncurkan program yang sama.

“Rencana 2021, PIKW akan dilaksanakan di 53 desa dari 16 Kecamatan, mudah-mudahan tidak ada aral melintang, sehingga program ini dapat terus berlangsung,” katanya.

Membuka akses bagi masyarakat untuk membaca adalah hal penting. UNESCO menyebutkan Indonesia berada pada urutan kedua dari bawah soal literasi dunia, artinya minat baca orang Indonesia masih sangat rendah.

Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001%. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca.

Riset yang bertajuk World’s Most Literate Nations Ranked, dilakukan oleh Central Connecticut State University, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca.

Ternyata penyebab rendah minat dan kebiasaan membaca itu karena kurangnya akses, terutama untuk masyarakat Indonesia yang berada di daerah terpencil. Hal itu merupakan salah satu yang terungkap dari Indeks Aktivitas Literasi Membaca (Alibaca) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). (Boim)

BERBAGI