Tampak para Mahasiswa dari Universitas Queensland Australia yang sedang memainkan alat musik tradisional gamelan di Sakola Motekar Ciamis. Foto/PasundanNews.com

BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Sakola Motekar (Modal Tekad Kadaek Rampak) yang berada di Kampung Cibunar RW 03, Desa Sukajadi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis mendapat kunjungan dari ITB dan Universitas Queensland Australia.

Untuk diketahui, kunjungan ini merupakan kegiatan ‘Perilaku Inklusivitas Masyarakat’, dengan tujuan untuk merasakan dan mengalami langsung keharmonisan masyarakat di lapangan.

Hal tersebut sebagai rangkaian Program Sarjana Sekolah Bisnis Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) yang berkolaborasi dengan Universitas Queensland Australia.

Kegiatan akan berlangsung selama 3 – 5 Desember 2022 bertempat di Sakola Motekar Ciamis

Sebanyak 35 mahasiswa yang berasal dari ITB dan Universitas Queensland Australia nantinya akan mengikuti berbagai kegiatan yang difasilitasi Sakola Motekar Ciamis.

Dengan rangkaian kegiatan antara lain yaitu, Kaulinan Barudak Baheula (permainan tradisional), Gelar Karya dan Bermusik Gamelan, berbaur dengan warga, Diskusi Interaktif “The Power of Ngariung”.

Kemudian Pasar Kinanti (olahan pangan sehat dan sayuran dari Kelompok Wanita Tani dan pekarangan rumah) sebuah kegiatan rutin 5 mingguan.

Lalu pilah sampah di Bank Sampah Sakola Motekar, Ngobeng ikan di kolam, Berkebun dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis.

“Mereka menginap di rumah-rumah warga. Di tempat ini berbagai sektor terintegrasi, berbagai program dikolaborasikan lintas sektor, lintas usia. Dan ini yang menjadi daya tarik mengapa SBM ITB dan QS melakukan studi lapangan di sini,” ujar salah seorang Pegiat Sakola Motekar Ciamis Deni WJ, Minggu (4/12/2022).

Sakola Motekar Ciamis Tebarkan Nilai Budaya

Melalui kegiatan ini, Sakola Motekar Ciamis turut menebarkan nilai-nilai kebudayaan Nusantara berupa tradisi kesundaan baik melalui musik gamelan, kesenian, dan kaulinan barudak (permainan anak-anak) tradisional.

Nampak sejumlah pengunjung baik itu dari ITB dan Mahasiswa Queensland Australia terlihat antusias saat diperbolehkan memainkan musik gamelan dan ikut bermain ‘kaulinan barudak’ bersama anak-anak.

Deni WJ yang sebelumnya diundang ke ITB, pada Rabu (30/11/2022), untuk memaparkan pendahuluan tentang Sakola Motekar Ciamis turut mengapresiasi atas kerja samanya dengan Institut Teknologi Bandung.

Menurutnya, dengan adanya program ini dari ITB dan Universitas Queensland Australia di Sakola Motekar Ciamis turut menjadi kesempatan untuk sama-sama belajar.

Dengan proses interaksi sosial tersebut Sakola Motekar Ciamis pun bisa menyampaikan pesan dari nilai-nilai kebudayaan dan toleransi.

“Kita memainkan kaulinan barudak bersama para mahasiswa ITB dan Queensland Australia, ada pesan untuk memperkuat identitas anak-anak dan pemuda melalui kebudayaan,” katanya.

Tidak Menutup Kolaborasi dengan Siapapun

Selain itu, Deni WJ mengatakan mengenai kiprah Sakola Motekar Ciamis dalam upayanya melestarikan budaya tidak pernah menutup kolaborasi dengan siapapun.

“Selama ini kami tidak pernah menutup diri untuk berkolaborasi dengan siapapun. Silahkan, termasuk pemerintah. Dengan kemandirian dan gotong royong yang dilakukan selama ini, secara tidak langsung kami melakukan promosi wisata, melestarikan kebudayaan lokal, memberikan pendidikan kemasyarakatan, peduli lingkungan hidup, pertanian, pemberdayaan, kesehatan, UMKM dan seterusnya,” paparnya.

Deni WJ menuturkan, pesan dari kegiatan ini pun selain tentang nilai kebudayaan yakni menanamkan nilai toleransi satu sama lain.

“Semoga pesan toleransi bisa tertanam karena sudah berkali-kali berkolaborasi termasuk dalam bingkai Seni Budaya dan Persaudaraan termasuk dengan mahasiswa ITB dan Queensland Australia dalam kegiatan ini,” tandasnya. (Hendri/PasundanNews.com)

Artikel sebelumyaPara Pelaku UMKM di Ciamis Ikuti Sosialisasi Pengelolaan Keuangan Negara
Artikel berikutnyaSport Festival Championship Upaya Menjaring Atlet Muda Ciamis