PASUNDAN NEWS – Mahasiawa Universitas Musi Rawas (UNMURA) mengadakan pelatihan pembuatan nugget dari daging ayam kepada Ibu-ibu di Kelurahan Wira Karya kecamatan Lubuklinggau timur II, Sabtu 0 November 2021.

Pelatihan tersebut guna mencukupi kebutuhan protein tubuh. Nugget merupakan produk olahan dari daging giling, diberi penambahan bumbu, dicetak kemudian dilumuri dengan tepung roti pada bagian permukaannya dan digoreng.

Kegiatan tersebut di lakukan dua mahasiswa yakni Natasya Aditya Putri dan Septizal Trazilna dan dibimbing oleh Wasir Ibrahim.,S.Pt.,M.Si, selaku dosen program studi peternakan.

Natasya menjelaskan ibu-ibu dibekali cara mengolah hasil peternakan yang layak untuk dikonsumsi, nugget ayam ini bermanfaat bagi kesehatan karena aman dan bergizi.

“Makanan ini mengandung banyak gizi seperti protein, karbohidrat, natrium, kalium, kalori, niacin, dan lemak tak jenuh. Selain itu, di dalam makanan ini juga dilengkapi kandungan nutrisi seperti vitamin A, C, D, B6, B12, kalsium, fosfor, magnesium, selenium, dan zat besi yang semuanya sangat berperan penting untuk menjaga kesehatan tubuh,” jelasnya pada sabtu 06 November 2021 Lalu.

Ditambahkan oleh Septizal Trazilna yang mengatakan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat kelurahan Wirakarya adalah kurangnya inovasi dalam pengolahan ayam.

Minimnya pengetahuan dan penguasaan teknologi serta keterampilan tentang pengolahan ayam sehingga produksi pada saat panen ayam melimpah, yang akibatnya hargan akan turun maka dari itu pembuatan nugget ayam mampu meningkatkan ekonomi produktif dimasyarakat,” ucapnya.

“Pembuatan nugget mampu memberikan dampak yang luar biasa apabila ditekuni oleh masyarakat hal ini terbukti bahwasanya pembuatan nugget mampu memberikan peluang untuk meningkatkan ekonomi yang baik untuk masyarakat,” sambungnya.

Sementara Wasir Ibrahim., S.Pt.,M.Si. menjelaskan bahwa 1 biji nugget goreng memiliki 57 persen berupa lemak, 22 persen berupa karbohidrat dan protein sebesar 21 persen.

“Dengan melihat komposisi nutrisi nugget artinya nugget sangat baik untuk dikonsumsi,” ucapnya.

Natasya Aditya Putri, Septizal Trazilna, dan Wasir Ibrahim., S.Pt.,M.Si. berharap dari kegiatan pelatihan tersebut ibu-ibu bisa membuka usaha olahan peternakan guna memajukan perekonomian masyarakat di kelurahan Wira Karya.

Artikel sebelumyaBupati Cianjur Tak Lagi Harus Minta Izin Mendagri, Lantik 121 Pejabat Eselon II, III, dan IV
Artikel berikutnyaPerkokoh Persatuan Bangsa Tjetjep Muchtar Soleh Sosialisasikan Pilar Kebangsaan di Cimacan