Beranda Bandung Raya

Update Data Covid-19 Kota Bandung, Antapani Menjadi Angka Tertinggi

Data Kasus Covid-19 Kota Bandung per 30/11/2020

BANDUNG, PASUNDANNEWS – Penyebaran Virus Corona (Covid-19) di Kota Bandung makin naik. Dari data yang dilansir laman Pusicov Kota bandung Kecamatan Antapani menjadi wilayah dengan penyebaran virus corona terbanyak.

Angka pasien positif aktif di Kecamatan Antapani mencapai 52 orang. Di susul Kecamatan Kiaracondong juga terdapat 47 kasus, Arcamanik 46 kasus, Coblong 40 kasus, Andir 40 kasus, Bojongloa Kidul 39 kasus, Ujung berung 39 kasus, Sukajadi 35 kasus, Bandung Kulon 35 kasus, dan Cibeunying Kidul 33 kasus.

Lebih spesifiknya, kasus positif aktif terbanyak di tingkat kelurahan terjadi di Antapani Kidul 18 kasus, Antapani Tengah 17 kasus, Dago 17 kasus, Cisaranten Kulon 15 kasus, Sukamiskin 13 kasus, Sukapura 13 kasus, Cikutra 13 kasus, Ciroyom 14 kasus, Jamika 11 kasus, dan Pelindung Hewan 11 kasus.


Baca Juga: Tegas, Polisi Akan Bubarkan Kerumunan Massa Saat Pemangilan Rizieq

Secara kumulatif, hingga saat ini sudah mencapai 3.454 kasus dengan kasus positif aktifnya terdapat 622 kasus atau bertambah 70 kasus dari sebelumnya. Dari jumlah tersebut, 2.679 orang dinyatakan sembuh dan 113 orang meninggal dunia.

Meski angka penambahannya terus bertambah, Kota Bandung masih ada di zona orange. Datanya dapat kita lihat dari peta penyebaran kasus di setiap kecamatan yang ada di laman Pusicov.

Ema Sumarna Ketua harian gugus tugas penanganan percepatan Covid-19 Kota Bandung, mengatakan jika saat ini kondisi penularan Covid-19 sudah masuk cukup darurat.


Baca Juga: PLN Bagi Token Gratis, Simak Cara Dapatkannya

“Jadi kita sudah masuk pada situasi cukup darurat, bahwa Bandung harus benar-benar upayanya maksimal lagi. Makannya, kita minta sekarang kepada pihak kecamatan agar menyiapkan rumah isolasi bagi yang OTG, kalau yang bergejala wajib ke rumah sakit,” beber Ema.

Tak hanya itu, Ema pun menjelaskan bahwa bertambahnya pasien yang positif Covid-19 membuat ketersediaan tempat tidur atau ruang isolasi semakin menipis dan perlu penambahan.

“Tempat isolasi yang disiapkan pemerintah kota juga penuh. Hotel S, Hotel U, itu penuh. Makanya ini sudah dibantu, Pak Camat, Bu Camat yang memanfaatkan kantor RW, itupun setelah ada rekomendasi petugas kesehatan, karena segala sesuatunya harus terstandarisasi,” katanya. (Red)