Beranda Sukabumi Diskusi Publik Simulacrum Institute, Arah Milenial Menyambut Pilkada Sukabumi 2020

Diskusi Publik Simulacrum Institute, Arah Milenial Menyambut Pilkada Sukabumi 2020

PASUNDANNEWS.COM, SUKABUMI – Simulacrum Institute menggelar acara diskusi publik bertemakan Anak Muda di Pilkada 2020 Bertarung atau Subordinat di caffe Sundacoffe, Kamis (26/12/2019).

Setelah sebelumnya simulacrum institute membahas Kiprah Dewan Milenial di DPRD Kab. Sukabumi, sekarang kita coba bahas prospek anak muda di sektor eksekutif terutama peluangnya di Pilkada 2020, sebagai poros ketiga ? Sebagai pendamping petahana ? Atau kembali sebagai sub-ordinat bagi kekuasaan.

Ada beberapa narasumber yang hadir diantaranya Ardi Tomi (Mantan Aktivis Cipayung Sukabumi/Wk Ketua DPC PPP/Pengusaha) dan Anjak Priatama Sukma (Anggota DPRD Kab. Sukabumi F-PKS).

Direktur Simulacrum Institute Aris Rindiansyah mengatakan, Untuk membangun kesadaran anak muda pentingnya aktif berpolitik meskipun tanpa partai. Karena kebijakan strategis mengenai Masyarakat luas di buat melalui keputusan politik.

“Kedua juga untuk momentum pilkada 60% suara nya adalah suara dari kelompok usia produktif. Jangan sampai anak muda jadi objek, tapi harus jadi subjek, dan menjadi pelayan bagi generasinya sendiri,” ungkap Aris.

Anjak Priatna Sukma Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi mengapresiasi acara diskusi seperti itu. Pasalnya, banyak anak muda yang mempunyai ide dan gagasan cemerlang namun tidak ada ruang atau wadah.

“Dengan adanya diskusi ini sangat bagus, yaitu membuka ruang untuk anak muda menuangkan ide dan gagasannya. Karena, kalau kita melihat para pemuda dari Jampang dan Palabuhanratu khususnya Sukabumi ide-idenya cemerlang, yaitu sudah bisa menghasilkan produk yang familiar dengan waktu yang singkat,” ujarnya.

Menurut pria yang digadang-gadang akan maju menjadi Cabup atau Cawabup itu, Simulacrum institute punya potensi yang besar di Kabupaten Sukabumi, karena tadi Pemuda perlu ruang untuk mengungkapkan gagasan-gagasan dan ide, tapi tidak hanya dari satu sektor.

“Contohnya, sektor usaha, sektor parawisata dan sektor politik. Kedepanya, acara seperti ini harus rutin diadakan, namun tempatnya di Kabupaten Sukabumi,” pungkas Anjak. (Pasundannews/Arch)