BANDUNG, PASUNDANNEWS – Puluhan massa aksi dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menuntut Gubernur Jawa Barat secara tegas menekan Presiden untuk mengeluarkan Perpu pembatalan UU Cipta Kerja, di depan Gedung Sate, jumat siang (9/10).
Sama seperti unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa dan buruh di hari kemarin. PMII Jawa Barat menuntut agar Gubernur Jawa Barat tidak hanya sekedar menandatangi surat yang tertuju kepada presiden agar mengeluarkan Perpu, melainkan mendesak Presiden agar secepatnya mengeluarkan Perpu Pembatalan UU Cipta Kerja.
“Kang Emil sehat?, Kang Emil bisanya cuma ngirim surat, tapi tidak memastikan apakah Presiden menerbitkan Perpu, Kang Emil cuma bisa tanda tangan surat, tapi tidak berjuang”. Teriak Ketua Umum PKC PMII Jawa Barat Fachrurizal dalam orasinya.
Setelah kurang lebih 30 menit menyampaikan orasi di depan Gedung Sate, Kemudian massa aksi melanjutkan unjuk rasa di depan kantor DPRD Jawa Barat dengan nyanyian dan yel-yel.
“Assalamualaikum, walaikumsalam. PMII datang. bawah pasukan”. Teriak massa aksi.
Ketika tiba di depan kantor DPRD Jawa Barat massa aksi di guyur hujan, namun tidak menyurutkan semangat mereka untuk menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah.
PMII Jawa Barat menilai DPR dan pemerintah tidak peka terhadap kesengsaraan rakyat ditengah Pandemi covid-19 dan tidak fokus mengurus dan menyelesaikan persoalan tersebut dan justru merugikan buruh dan rakyat.




















































