Beranda Bandung Raya Masuk 10 Besar Riset Bawaslu RI, Bawaslu KBB Harus Tandem Dengan Bawaslu...

Masuk 10 Besar Riset Bawaslu RI, Bawaslu KBB Harus Tandem Dengan Bawaslu Depok

BERBAGI
Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu KBB Ai Wildani Sri Aidah tengah mengikuti Zoom Coaching dengan Bawaslu RI terkait pendampingan riset yang dilakukannya, Selasa (1/9) di Sekretariat Bawaslu KBB

KBB, PASUNDANNEWS – Hasil riset tentang evaluasi kebijakan, rekomendasi dan legacy lembaga telah diumumkan Badan Pengawas Pemillihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia (RI), Senin (31/08).

Berdasarkan pengumuman tersebut, Bawaslu Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang diwakili Ai Wildani Sri Aidah berhasil masuk sepuluh besar dan mengharuskan tandem dengan Bawaslu Depok untuk maju ke tahap selanjutnya.

Ai yang mengambil judul riset sebelumnya tentang “Strategi Pengawasan Terhadap Ujaran Kebencian (Hate-Speech) pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat tahun 2018” ini, sekarang mendapat tantangan dengan usulan judul riset yang telah ditentukan Bawaslu RI yakni “Perspektif Hukum & Sosial : Strategi Pengawasan dan Tindak Lanjut Penanganan Ujaran Kebencian, Politisasi SARA dan Politik Identitas”.

Ai yang juga sebagai Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu KBB mengaku bangga sekaligus bersyukur atas pencapaiannya ini.

“Ini merupakan peluang sekaligus tantangan yang harus dibuktikan sebaik-baiknya. Insya Allah bisa,” kata Ai dengan singkat, Selasa (1/9).

Sebelumnya Bawaslu RI tengah mengadakan riset untuk memotret kinerja jajaran pengawas pemilu selama Pilkada 2015-2018, rekam jejak ini dibuat sebagai evaluasi, rekomendasi kebijakan penyelenggaraan Pilkada serentak, juga sebagai legacy (warisan) lembaga.

Persiapan riset tersebut dilakukan mulai rentang (29/5) sampai (31/8), dengan dilakukannya proses penyaringan oleh Bawaslu Jabar, konsultan Prof. Ulfiah dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk perspektif konsultan metodologi penelitian, dan mantan Bawaslu RI Daniel Zuhron sebagai konsultan konten riset.

Dari 27 Kota/ Kabupaten dan Provinsi terkumpul 23 judul abstrak riset yg memenuhi kualifikasi dan gaya selingkungan sesuai dengan pedoman penulisan yang ditetapkan, kemudian mengerucut menjadi 19 judul, 16 judul dan terakhir menjadi 10 judul riset untuk diajukan dan di-SK-kan oleh Bawaslu RI.

Sebagai bentuk pendampingan Selasa, (1/9) para kontestan 10 besar (penulis riset) dikumpulkan dalam rapat teknis atau Zoom-Coaching yang dipimpin Bawaslu RI dan para konsultan nasional.

Pada kesempatan ini, para penulis riset harus memaparkan secara singkat tentang riset yang akan dilakukan, dimana untuk wilayah Jawa Barat konsultan yang ditunjuk adalah August Melaz. (Boim)

BERBAGI