Beranda Sukabumi IKRAR: Generasi Muda Peduli Lingkungan Ya Gotong Royong

IKRAR: Generasi Muda Peduli Lingkungan Ya Gotong Royong

PASUNDANNEWS.COM, SUKABUMI – Memasuki musim penghujan merupakan permasalahan yang sering terjadi, terutama banjir karena terjadi genangan air yang diakibatkan lingkungan yang tidak bersih, saluran selokan yang tersumbat, maka perlu dilaksanakannya gotong-royong untuk mebersihkannya.

Dalam rangka mengantisipasi genangan air yang semakin tinggi, Ikatan remaja tipar (IKRAR) bersama masyarakat RT 48 dan 49, melaksanakan gotong royong yang dipusatkan di selokan jalan nasional desa cibolang kaler kecamatan cisaat, rabu (25/12/2019) sekitar pukul 08.00 WIB.

“Sebenarnya kegiatan ini bukan menjadi solusi satu-satunya banjir, hanya saja masyarakat mencoba berikhtiar mencari solusi yang lebih mudah dan juga menumbuhkan rasa cinta pada lingkungan sendiri dan menggalakkan kembali gotong royong yang akhir-akhir ini jarang terlihat,” jelas Dalit Abdul Gofur kepada awak media.

IKRAR selaku organisasi yang diisi oleh generasi milenial dan belum lama ini dilantik, mencoba ikut serta dan berperan aktif dalam mewujudkan masyarakat yang peduli lingkungan dan bersih. Yang tidak hanya menjadi kaum rebahan tapi juga kaum perubahan.

Meskipun ini jalan nasional tapi karena selokan ini sangat penting bagi masyarakat, maka peran masyarakat juga dibutuhkan untuk menjaga supaya tidak terjadi genangan yang lebih tinggi lagi.

Sementara itu, ketua RT 49 M. Ridwan mengatakan warga dengan senang hati dan bergotong royong ikut merevitalisasi selokan. Mereka tidak ada masalah meskipun mengganggu waktu liburnya.

“Kegiatan kerja bakti ini untuk membangun semangat gotong royong dan mencari solusi guna mengurangi masalah,” ujar Iwan.

Dibeberapa titik pengerukan, masyarakat mengalami kesulitan, karena memang selokan yang sudah ditembok di atasnya. Seorang warga RT 49/10, Apip (28), yang terlihat kotor bajunya karena masuk pada gorong-gorong.

“Dibeberap titik memang terjadi penyumbatan lumpur yang memenuhi gorong-gorong, ini harus menggunakan alat berat, karena jika hanya menggunakan cangkul dan linggis itu sangat lama karena tebal dan memanjang,” Ungkapnya.

Kegiatan ini diakhiri dengan santap siang bersama dan ini dimasak hasil kerja sama ibu-ibu dilingkungan masyarakat sekitar dengan penuh suka cita.(Pasundannews/Arch)