Beranda Bandung Raya Ribuan Buruh Di Bandung Tolak Omnibus Law, Ada Pasal Selundupan

Ribuan Buruh Di Bandung Tolak Omnibus Law, Ada Pasal Selundupan

BERBAGI
Ketua Umum Pimpinan Pusat Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Roy Jinto
BANDUNG, PASUNDANNEWS –┬áRibuan buruh kembali melakukan unjuk rasa dengan tujuan menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja. unras tersebut dimulai sekitar pukul 11:00 Wib yang digelar di depan Gedung Sate, Kota Bandung, pada Kamis (8/10).
Sebelumnya organisasi buruh juga melakukan unjuk rasa dari hari selasa (6//10) hingga hari ini dengan kondusif dan damai.
“Odading rasanya.., DPR..” saut Koordinator aksi dari buruh yang menggunakan yel-yel untuk memberikan semangat kepada para peserta unjuk rasa.
Ketua Umum Pimpinan Pusat SPSI Roy Jinto menjelaskan bahwa aksi yang dilakukan para buruh secara berturut-turut agar pemerintah terutama Gubernur Jawa Barat mengeluarkan surat yang ditujuhkan kepada Presiden agar membatalkan UU Cipta Kerja.
“kita menyampaikan dan meminta pak Gubernur beserta wakikota dan Bupati se Jawa Barat agar mengeluarkan surat kepada Presiden supaya mengeluarkan Perpu pembatalan UU Cipta Kerja”, Jelas Roy.
Roy melanjutkan bahwa ada pasal-pasal yang diselundupkan oleh DPR untuk memuluskan kepentingan oligarki.
“Hasil Kesepakatan panitia dan pemerintah itu yang mana, kita bingung, sebenarnya yang di sahkan pada tanggal 5 itu yang mana, karena yang kita tahu dan di tayangkan ke publik itu sudah ndi tayangkan. Tapi paripurna kemarin muncul, ada beberapa anggota DPR dari fraksi menyatakan dia enggak tau kalu itu muncul. artinya apa, bahwa ada pasal-pasal yang sengaja di selundupkan dalam paripurna kemarin”, Jelas Roy.
Kemudian pada unjuk rasa tersebut pihak keamanan sudah melakukan pengamanan dengan 1000 aparat lengkap dengan baju pelindung.
“kami sudah menyiapkan 1000 pasukan untuk mengamankan unjuk rasa ini”, Ujar Wakapolrestabes Bandung Ajun Komisaris Besar Yade Setiawan Ujung. (Joe)
BERBAGI