(Ketua SMSI Jawa Barat,Hardiyansyah/Foto Istimewa)

PASUNDANNEWS.COM, BANDUNG – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) provinsi Jawa Barat akan menggelar Rapat kerja daerah (Rakerda) pada Selasa 17 Maret 2020 mendatang.

Rapat kerja pengelola media siber (online) ini akan dilaksanakan di Prama Gran Preanger Hotel Jl. Asia Afrika No.87 Bandung.

Menurut Ketua SMSI Jabar, Hardiyansyah, rapat kerja daerah ini sebagai upaya konsolidasi anggota dan pengurus SMSI di Jabar, serta untuk menyusun program-progam yang akan dilaksanakan selama setahun ke depan.

Rakerda ini, kata Andhy sapaan akrab Hardiyansyah, tidak saja dihadiri oleh anggota dan pengurus SMSI tingkat kabupaten/kota se-Jabar, melainkan juga pengurus dan anggota SMSI pusat. Mengingat rakerda akan dibuka langsung oleh Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus.

Untuk menambah wawasan pengelola media siber, khususnya peserta Rakerda, pada hari yang sama juga akan diselenggarakan Seminar bertajuk “Peluang dan Tantangan Media Siber di Era Digital” dengan pembicara yang mumpuni di bidangnya. Mereka antara lain Kamsul Hasan (Dewan Pers), Priskila Ifka Goni (PT. AdAsia) dan Haydin Haritzon (Kepala Humas LPS).

Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) adalah sebuah organisasi yang beranggotakan para pengelola/pengusaha media siber. Organisasi ini sudah terbentuk di hampir seluruh provinsi di tanah air.

Organisasi yang berdiri sekitar dua tahun ini, baru saja meraih penghargaan dari MURI (Museum rekor Indonesia) sebagai wadah media siber yang mampu menyebarkan informasi dalam waktu relatif singkat.

Andhy berharap, dalam pelaksanaan Rakerda nanti, semua anggota SMSI bisa mengikuti, selain membangun sinergitas dan konsolidasi, juga sebagai ajang silaturahmi.

“Kami harapkan semua anggota SMSI se Jawa barat bisa hadir dalam Rakerda kali ini. Selain ajang silaturahmi antara anggota dan pengurus, juga untuk memperkuat eksistensi, serta membahas program-program yang akan dijalankan organisasi ini,” pinta Andhy Selasa, (10/03/2020).

Artikulli paraprakIMM Geruduk DPRD Kota Tasikmalaya Terkait Maraknya Galian C Ilegal dan Anjal
Artikulli tjetërDiskusi dengan PUSTAKA Institute, Dinkes: Kabupaten Tasik Tidak ada Positif Corona