Audiensi Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dengan Pemerintah Kabupaten Ciamis. Foto/Istimewa

BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Ciamis mengadakan audiensi kepada Pemerintah Kabupaten Ciamis.

Kegiatan itu bertempat di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Rabu, (21/9/2022).

Pada audiensi tersebut, Pengurus ICMI mengajukan kerjasama dan kolaborasi terkait penguatan program Maghrib Mengaji.

Sekretaris Umum ICMI Kabupaten Ciamis, Dian Prayoga menyampaikan bahwa berawal dari pendidikan atau tradisi kegamaan yang akan dibangun oleh ICMI yaitu pembentukan kultur atau budaya.

“Yang akan dibangun oleh ICMI yaitu bukan membuat anak bisa mengaji ataupun berkompetensi dalam keilmuan keagamaan. Akan tetapi fokus poin ICMI Ciamis kali ini program tersebut lebih kepada pembentukan kultur,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, rancangan program ini nantinya akan bekerjasama antara Dinas Pendidikan dengan Pemerintahan Kabupaten Ciamis.

“Salah satunya akan ada produk semacam buku gerakan siswa mengaji dimana nantinya akan dimiliki oleh tingkatan pendidikan SD dan SMP. Dimana setiap harinya mereka harus mengaji pada waktu maghrib dan ditandai dengan distample oleh guru ngaji baik itu pimpinan pondok atau lembaga,” terangnya.

Pentingnya Program Maghrib Mengaji

Dian juga menjelaskan, di Kabupaten lain, program serupa tersebut sudah ada. Namun, program ini dimasukkan ke dalam jam sekolah.

Kendati demikian, kata Dian, jika memang program tersebut sudah ada di sekolah tentu itu biarkan tetap dipertahankan dan kaitan dengan program ICMI ini lebih ke kegiatan mengaji di malam hari.

“Selain itu juga kami harapkan adanya kontrol untuk memastikan terhadap kegiatan di lapangan tersebut,” ujarnya.

Hampir 90 persen, sambung Dian, umur di jenjang pendidikan siswa SMP saat ini berdasarkan riset, kebanyakan tidak pergi ke mesjid. Baik itu sholat berjamaah ataupun mengaji.

“Menyikapi kasus tersebut, fokus kami adalah harapannya dapat bersinergi dan dilaksanakan dengan berbagai pihak terutama Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis,” ungkapnya.

Dian berharap, program ini dapat segera diimplementasikan, berjalan dan kegiatan di sore hari terutamanya di mesjid bisa menjadi ramai kembali dan menjadi kultur tersendiri di Kabupaten Ciamis.

Tanggapan Pemkab Ciamis

Sementara itu, Asisten Daerah II (ASDA) Kabupaten Ciamis Bidang Perekonomian dan Pembangunan Aef Saefulloh menerima audiensi dari pengurus ICMI.

Turut hadir Kadisdik Kabupaten Ciamis Asep Saeful Rahmat didampingi jajaran pejabat Bakesbangpol Ciamis yang mewakili.

Pada pertemuan tersebut, ASDA II Ciamis, Aef Saefuloh, mengatakan Pemkab Ciamis sangat mendukung program tersebut.

“Atas nama pribadi dan Pemda tentu kami mengucapkan banyak terimakasih atas kehadiran serta menjadi kebahagiaan karena bisa bersilaturahmi langsung berbincang hal yang selebihnya juga tentang pembicaraan lain perihal pembangunan Kabupaten Ciamis,” katanya.

Pihaknya pun mengakui, bahwa saat ini teknologi bisa menjadi tantangan tersendiri bagi para pelajar.

“Kami meyakini hal yang sama, bahwa itu berasal dari kekhawatiran dari hal-hal yang nampak saat ini kita lihat dengan adanya perubahan jaman dan teknologi, revolusi cara berfikir bersikap dan bertindak,” terangnya

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis Asep Saeful mengatakan bahwa Bupati Ciamis Herdiat Sunarya sendiri mempunyai ide yang serupa, yaitu maghrib mengaji.

“Apalagi ini sejalan dengan program yang ada di ICMI semoga dengan kolaborasi ini anak-anak kita akan menjadi konsisten,” ucapnya.

Ia membenarkan, bahwa Bupati juga menyarankan adanya kearifan lokal untuk meningkatkan kegamaan.

“Bupati berharap generasi muda di Kabupaten Ciamis bisa menjadi imam di mesjid, intinya Tahfidz Quran untuk sekolah umum harapan Bupati untuk tingkatan SD adalah bisa hafal Juz 30,” jelasnya.

Bahkan, imbuh Asep, hal ini sudah dibuat dalam Peraturan Bupati (Perbup), sehingga kaitan dengan rencana itu pihaknya menginginkan membedah lebih lanjut.

“Semoga nanti tanggal 27 September, kita dapat membahas secara mendalam dan semoga dengan berangkat dari pemikiran program tersebut nantinya mesjid-mesjid di Kabupaten Ciamis akan kembali ramai seperti kebiasaan dahulu kala,” tandasnya.(Hendri/PasundanNews.com)

Artikel sebelumyaBEM IAID Gelar Pengembangan Ekonomi di Kampung Kertas Ciamis
Artikel berikutnyaBawaslu Ciamis Buka Pendaftaran Panwascam, Hari Pertama Sudah Membludak