Sinergi Lintas Generasi, Alusmanis dan Pedalgas Ciamis Tanam Bibit Buah untuk Warisan Lingkungan. Foto/Meidra Gunawan.PasundanNews.com

BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Memperingati hari jadi yang ke-50, Ikatan Alumni SMA Negeri Ciamis (Alusmanis) menggelar aksi nyata peduli lingkungan.

Alusmanis periode 2024-2029 bersama Alusmanis angkatan 75, Alumni 72 SMP Nesacis, Keluarga Patuh, Tim 8 SMP Nesacis, serta Paguyuban Peduli Alam dan Lingkungan Galuh Asri (Pedalgas) melaksanakan penanaman pohon serentak di Kelurahan Cigembor, Ciamis, Minggu (04/01/2026).

Berbagai jenis bibit pohon produktif ditanam dalam aksi ini, mulai dari Durian, Sirsak, Alpukat, Petai, Manggis, Duku, hingga Nangka.

Pemilihan bibit pohon buah ini diharapkan tidak hanya menghijaukan lahan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di masa depan.

Ketua Harian Alusmanis Periode 2024-2029, M. Azis Basari, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan pegiat lingkungan seperti Pedalgas menjadi kunci terlaksananya kegiatan ini.

Selain sebagai bentuk pelestarian alam di wilayah Kabupaten Ciamis, aksi ini menjadi ajang silaturahmi yang bermakna bagi para alumni.

Baca Juga :Taman Karya anak di Sakola Motekar Ciamis, Wujudkan Kreativitas dan Pendidikan Karakter

“Kami ingin mengenang masa sekolah melalui kegiatan yang bermanfaat. Ini adalah ajang mempererat tali silaturahmi sekaligus kontribusi nyata kami untuk alam yang saat ini kondisinya sedang menantang,” ujar Azis.

Menurutnya, bagi alumni angkatan 75 yang sudah memasuki usia senja, aktivitas menanam pohon memberikan ketenangan batin.

“Kami ingin sisa usia kami bermanfaat bagi sesama. Dengan berkumpul dan berbuat baik untuk lingkungan, ada kebahagiaan tersendiri yang bisa kami bagikan kepada masyarakat sekitar,” tambahnya.

Apresiasi senada disampaikan oleh Ketua Pedalgas Ciamis, Noer JM. Ia memuji semangat para anggota Alusmanis yang tetap peduli terhadap ekosistem di tengah maraknya isu pembalakan liar.

“Saya sangat bangga. Di tengah situasi lingkungan yang memprihatinkan, masih ada kelompok masyarakat yang bergerak secara mandiri untuk menjaga kesehatan alam. Ini adalah warisan penting bagi anak cucu kita,” ungkap Noer.

Meski jumlah pohon yang ditanam terbatas, Noer menekankan bahwa langkah kecil ini adalah bukti kepedulian yang besar.

Ia berharap gerakan ini memicu kelompok masyarakat lain untuk melakukan hal serupa.

“Tidak ada kata terlambat untuk menjaga hutan. Mari kita pelihara kawasan hijau bersama-sama dan hentikan penebangan liar demi mencegah bencana di kemudian hari,” tandasnya.

(Meidra Gunawan/PasundanNews.com)