Tanam Karya Anak di Sakola Motekar, Lembur Kaulinan Cibunar Desa Sukajadi Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis. Foto/PasundanNews.com

BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Liburan sekolah kerap menjadi tantangan tersendiri bagi para orangtua, khususnya ibu, dalam mengatur aktivitas anak di tengah kesibukan harian.

Tidak semua orangtua memiliki akses terhadap layanan pengasuhan atau kegiatan liburan yang terjangkau dan ramah anak.

Sebagaimana dikatakan Pegiat Sakola Motekar, Deni Weje bahwa untuk menjawab kebutuhan itu, Taman Karya Anak kembali digelar.

“Taman Karya Anak adalah sebuah program pengisian liburan yang telah menjadi agenda rutin sejak 2022, dan tahun ini adalah tahun ke-6,” ungkapnya, Minggu (4/1/2026).

Tahun ini, ia melanjutkan, kegiatan Taman Karya Anak memasuki pelaksanaan ke-6 dan berlangsung selama satu pekan.

“Program ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah, seperti Sukabumi, Bandung, Banjar, dan Majalengka,” katanya.

Kegiatan juga melibatkan relawan dari beragam kota dan latar belakang perguruan tinggi yang berperan aktif dalam mendampingi dan mengasuh anak-anak selama kegiatan berlangsung.

Bukan hanya ditujukan bagi anak-anak, Taman Karya Anak juga menjadi ruang belajar bagi remaja dan orang dewasa yang terlibat sebagai relawan.

Sebelumnya, para relawan telah mendapatkan pembekalan di Sakola Motekar dan kini turut menjadi penggerak kegiatan anak di daerah masing-masing.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Sakola Motekar juga menyelenggarakan diskusi parenting bagi para ibu peserta.

Baca Juga :Ciamis Raih Anugrah Makuta Binokasih Jabar 2025, Targetkan Zero Waste dan Zero Emission Tahun 2050

“Diskusi ini menjadi wadah berbagi pengalaman dan pengetahuan seputar ke-pengasuhan serta tantangan mendidik anak di era saat ini,” kata Deni Weje.

Puncak kegiatan Taman Karya Anak ke-6 ditandai dengan Gelar Karya dan Lelang Karya yang dilaksanakan pada Minggu (4/1/2026) di Lembur Kaulinan Cibunar, Desa Sukajadi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis.

Kegiatan ini menutup rangkaian acara yang telah berlangsung selama sembilan hari sejak 28 Desember 2025.

Taman Karya Anak merupakan program rutin Sakola Motekar yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali, bertepatan dengan liburan sekolah.

Baca Juga :Ciamis Borong 5 Penghargaan Tingkat Jawa Barat 2025, Kolaborasi Jadi Kunci Raih Prestasi
Kegiatan Belajar yang Menyenangkan dan Edukatif

Program ini terbuka untuk umum dan gratis, dengan tujuan mengisi waktu liburan anak-anak melalui kegiatan yang menyenangkan sekaligus edukatif.

Tahun ini, sebanyak 70 peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA, mengikuti kegiatan tersebut, didampingi oleh 40 relawan terdaftar.

Ketua Pelaksana Taman Karya Anak ke-6, Restu, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memenuhi tiga aspek utama perkembangan anak, yakni kepala (kognitif), tangan (keterampilan), dan hati (afektif).

“Khususnya aspek keterampilan atau hands-on skill yang selama ini sering terabaikan dalam sistem pendidikan formal,” ujarnya.

Selama kegiatan, anak-anak diajak menciptakan beragam karya kreatif, seperti boneka, peta Indonesia, gantungan awan, lukisan pelangi, jam dinding, hiasan dinding, hingga gantungan kunci.

“Mereka juga belajar lagu-lagu bertema pendidikan karakter, seperti Aku Ada, Simpan Sampah, dan Kujaga Diriku, yang selaras dengan nilai “Jaga Diri, Jaga Teman, Jaga Lingkungan”,” paparnya.

Salah satu orangtua peserta, Bu Maliha, mengaku merasakan perubahan positif pada anaknya setelah mengikuti kegiatan ini.

“Alhamdulillah, anak saya jadi lebih disiplin. Sekarang terbiasa bangun pagi, membereskan tempat tidur, dan menyapu,” tuturnya.

Ruang Komunikasi bersama Orang Tua

Selain berdampak pada anak, kegiatan ini juga membuka ruang silaturahmi dan diskusi antar orangtua.

Berbagai pengalaman seputar karakter anak dan sistem pendidikan dibagikan, sehingga menambah nilai manfaat kegiatan secara menyeluruh.

Di akhir acara, seluruh karya peserta dipamerkan dan dilelang, serta mendapatkan apresiasi dari para pengunjung. Salah satu relawan, Haifa, mengungkapkan kesannya selama terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Saya banyak belajar di sini, terutama tentang mendampingi anak, bukan sekadar mengajar. Saya juga jadi lebih paham perbedaan antara sekolah dan pendidikan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Sakola Motekar berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan karena dinilai memberikan dampak positif bagi anak, orangtua, relawan, dan masyarakat secara luas. (Hendri/PasundanNews.com)