Budi Kurnia (kiri, kemeja putih) saat menghadiri Musda MD KAHMI Kabupaten Ciamis di Sakola Motekar, Jumat (12/2026). Foto/PasundanNews.com

BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026, sejumlah nama mulai diperbincangkan sebagai calon Koordinator Presidium.

Salah satu yang dinilai memiliki peluang besar adalah Budi Kurnia, mantan Koordinator Presidium Majelis Daerah (MD) KAHMI Ciamis.

Hal tersebut diungkapkan oleh Presidium MW KAHMI Jawa Barat, Dodi Ferdiana Kusnandar, saat menghadiri pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) III KAHMI Ciamis di Saung Sakola Motekar, Jumat (12/6/2026).

Dalam sambutannya, Dodi menilai KAHMI Jawa Barat membutuhkan figur yang mampu membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, agar organisasi alumni HMI tersebut dapat lebih berperan dalam pembangunan.

Menurutnya, pada periode sebelumnya eksistensi KAHMI Jawa Barat dinilai belum optimal.

Bahkan, organisasi tersebut sempat menghadapi berbagai keterbatasan, termasuk belum memiliki sekretariat yang representatif sebagai pusat aktivitas organisasi.

Baca Juga :Musda ke-III KAHMI Ciamis, Gagasan Pendirian Perguruan Tinggi  Mengemuka

“KAHMI ke depan harus mampu membangun jejaring dan kolaborasi yang kuat. Organisasi tidak bisa berjalan sendiri jika ingin memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan alumni,” ujar Dodi.

Ia juga menyoroti momentum yang dinilainya cukup strategis saat ini, mengingat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memiliki latar belakang sebagai kader HMI.

Kondisi tersebut, kata Dodi, dapat menjadi peluang bagi KAHMI untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah.

Dalam kesempatan itu, Dodi menyebut nama Budi Kurnia sebagai salah satu figur yang tengah banyak dibicarakan menjelang Muswil KAHMI Jawa Barat.

Menurutnya, Budi memiliki jaringan komunikasi yang baik dan dinilai mampu menjembatani hubungan organisasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Saya melihat nama Kang Budi Kurnia cukup kuat diperbincangkan menjelang Muswil. Banyak pihak yang mulai melirik beliau sebagai salah satu kandidat potensial untuk memimpin MW KAHMI Jawa Barat,” katanya.

Lebih lanjut, Dodi menilai apabila Budi Kurnia mendapat amanah memimpin MW KAHMI Jawa Barat, peluang untuk merealisasikan berbagai gagasan besar KAHMI di daerah akan semakin terbuka.

Salah satunya adalah cita-cita KAHMI Ciamis untuk membangun Universitas Insan Cita sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia dan kaderisasi intelektual.

Wacana tersebut mendapat respons positif dari sejumlah alumni HMI di Ciamis yang hadir dalam Musda III.

Sejumlah peserta menyampaikan dukungan agar kader-kader potensial asal daerah mendapat kesempatan lebih besar untuk berkiprah di tingkat provinsi.

Muswil MW KAHMI Jawa Barat sendiri diperkirakan akan menjadi ajang penting dalam menentukan arah organisasi lima tahun ke depan.

Baca Juga :Angkat Kisah Ki Banteng Loreng, Seniman Banjar Tampil Memikat di Festival Seni Jawa Barat 2026

“Selain memilih kepengurusan baru, forum tersebut juga akan membahas berbagai strategi penguatan peran KAHMI dalam bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan pembangunan daerah,” pungkas Dodi.

Untuk diketahui, hal tersebut disampaikannya dalam pelansanaan Musda ke-III KAHMI Ciamis yang dihadiri sekitar 200 alumni HMI dari berbagai angkatan.

Sejumlah tokoh alumni yang turut hadir di antaranya Ketua KPU Ciamis Oong Ramdani, Ketua Bawaslu Ciamis Jajang Miftahudin, serta anggota DPRD Kabupaten Ciamis Nur Muttaqin dan Muhammad Ijudin.

Adapun nama-nama yang masuk dalam jajaran Presidium Daerah KAHMI Ciamis hasil Musda III yakni Endin Lidinilah, Dafid Firdaus, Budi Rahman, Dadi Ahmad Fauzi, dan Nur Muttaqin.(Hendri/PasundanNews.com)