BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Dewan Kebudayaan Kabupaten Ciamis menggelar kegiatan Sawala Ageung di Pusat Budaya Karangkamulyan, Kabupaten Ciamis.
Kegiatan ini menjadi forum strategis yang mempertemukan budayawan, seniman, tokoh masyarakat, akademisi, serta pemerhati budaya untuk merumuskan arah dan peran kebudayaan dalam pembangunan daerah.
Sawala Ageung kali ini mengusung moto “Rempug Jukung Sauyunan Dina Enggoning Ngaheuyeuk Dayeuh Ngolah Lingkungan”, yang menekankan pentingnya kebersamaan, kekompakan, dan semangat gotong royong dalam menjaga peradaban, membangun wilayah, serta mengelola lingkungan berbasis nilai-nilai kearifan lokal.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu (18/01/2025).
Pemilihan Pusat Budaya Karangkamulyan sebagai lokasi kegiatan dinilai memiliki makna historis dan filosofis yang kuat.
Kawasan ini merupakan situs peninggalan Kerajaan Galuh yang menjadi simbol peradaban sekaligus identitas budaya masyarakat Tatar Galuh Ciamis.
Melalui forum ini, diharapkan lahir gagasan, pemikiran, serta rekomendasi konkret yang dapat menjadi pijakan dalam upaya pelestarian dan pengembangan kebudayaan daerah secara berkelanjutan.
Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Ciamis, H. Yat Rospia Brata, menegaskan bahwa Sawala Ageung bukan sekadar ruang diskusi, melainkan ajang silaturahmi pemikiran lintas generasi dalam menjaga marwah budaya Ciamis.
Baca Juga :PSGC Ciamis Kunci Tiket 8 Besar Liga Nusantara Usai Tekuk Tri Brata Rafflesia
“Sawala Ageung menjadi wadah untuk merempugkeun gagasan, menyatukan visi, dan menyamakan langkah seluruh pemangku kepentingan budaya. Budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga fondasi untuk menata hari ini dan masa depan Ciamis,” ujarnya.
Ia menambahkan, moto yang diusung mencerminkan karakter masyarakat Sunda yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan harmoni dengan alam.
Menurutnya, pembangunan daerah idealnya berjalan beriringan dengan pelestarian budaya serta kelestarian lingkungan.
“Kita ingin membangun Ciamis tanpa kehilangan jati diri. Budaya harus hadir dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari tata ruang, perilaku sosial, hingga kepedulian terhadap lingkungan. Itulah makna dari ‘ngaheuyeuk dayeuh ngolah lingkungan’,” jelasnya.
Dewan Kebudayaan Kabupaten Ciamis juga mendorong lahirnya program-program kebudayaan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa meninggalkan akar nilai lokal.
Keterlibatan generasi muda menjadi perhatian penting agar estafet kebudayaan tetap terjaga dan berkelanjutan.
“Kegiatan ini diharapkan menghasilkan rumusan pemikiran dan rekomendasi strategis yang dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dalam memajukan kebudayaan Ciamis,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Ciamis melalui Kepala Dinas Pariwisata, Heryan Rusyandi, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Sawala Ageung Dewan Kebudayaan Kabupaten Ciamis.
Ia menilai tema yang diangkat, khususnya terkait pengelolaan lingkungan, sejalan dengan capaian Kabupaten Ciamis yang meraih predikat sebagai salah satu kota terbersih di tingkat Asia.
“Moto yang diusung mencerminkan kebanggaan Ciamis sebagai daerah yang tidak hanya unggul dalam kebersihan lingkungan, tetapi juga memiliki kekayaan budaya yang luar biasa,” tuturnya. (Pepi Irawan./PasundanNews.com)




















































