PANGANDARAN, PASUNDANNEWS.COM – Ratusan hektare lahan persawahan di Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, kembali terendam banjir akibat luapan Sungai Citanduy pada Jumat (14/11/2025) sekitar pukul 15.25 WIB.
Air banjir yang terus naik membuat seluruh hamparan sawah tampak seperti danau.
Hanya atap saung-saung kecil dan beberapa patok bambu yang masih terlihat di permukaan. Tidak ada aktivitas pertanian di lokasi tersebut; ratusan warga justru memanfaatkan kondisi itu untuk memancing ikan.
Baca Juga :Bupati Pangandaran Adakan Pertemuan dengan BBWS, Bahas Bahas Normalisasi Citanduy
Kondisi banjir di area persawahan ini disebut warga sebagai kejadian rutin setiap musim hujan. Para penggarap sawah menyebut kerugian tidak bisa dihindari setiap tahunnya.
Ketinggian air di lokasi mencapai satu hingga satu setengah meter, bahkan di bagian tengah lahan persawahan bisa lebih dari dua meter.
Seorang petani, Karsim, mengungkapkan bahwa para petani di desa itu telah puluhan tahun merasakan dampaknya.
“Setiap tahun petani yang menggarap sawah di Desa Ciganjeng mengalami kerugian,” ujarnya.
Menurutnya, banjir terjadi akibat derasnya aliran air dari Sungai Citanduy ketika intensitas hujan tinggi. Kondisi tersebut sudah berlangsung sekitar 35 tahun dan belum ada penyelesaian yang signifikan.
“Petani sudah bosan. Ada yang gagal tanam, ada yang gagal panen. Kalau disebut sabar, kami sudah kehabisan sabar, apalagi situasi ekonomi sedang susah,” keluhnya.
Dari sekitar 300 hektare luas sawah yang terdampak, total kerugian petani diperkirakan mencapai Rp17 miliar setiap tahunnya.
(Saefullah/PasundanNews.com)




















































