BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Ciamis Raya sukses menyelenggarakan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-VIII pada 5 Sya’ban 1447 Hijriah / 24 Januari 2026 Masehi.
Kegiatan tersebut digelar di Auditorium K.H. Ahmad Dahlan STIKes Muhammadiyah Ciamis dan menjadi forum strategis dalam konsolidasi organisasi, penguatan ideologi, serta proses regenerasi kepemimpinan kader IMM.
Dalam forum musyawarah tersebut, Muhammad Fikri Robbani, S.Kep., Ners. secara resmi dinyatakan purna tugas sebagai Ketua Umum PC IMM Ciamis Raya periode sebelumnya.
Melalui mekanisme musyawarah mufakat, forum kemudian menetapkan Gin-Gin Rahmat Permana, S.I.Pol. sebagai Ketua Umum PC IMM Ciamis Raya periode selanjutnya secara aklamasi dan sah.
Selain agenda suksesi kepemimpinan, Muscab ke-VIII juga menjadi ruang refleksi dan perumusan arah gerakan IMM ke depan, khususnya dalam merespons dinamika sosial yang berkembang.
Salah satu isu strategis yang mendapat perhatian serius adalah optimalisasi media sosial sebagai instrumen advokasi berbasis literasi digital, terutama dalam menyikapi maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak dan praktik child grooming di ruang digital.
Baca Juga :Pemkab Ciamis Perkuat Sinergi dengan Pemuda Muhammadiyah untuk Pembangunan Daerah
Berdasarkan data nasional, sepanjang tahun 2024 tercatat 28.831 kasus kekerasan terhadap anak yang dilaporkan secara resmi.
Kasus tersebut mencakup kekerasan fisik, psikis, eksploitasi, hingga kekerasan seksual, dengan mayoritas korban merupakan anak perempuan.
Data tersebut dihimpun melalui sistem informasi berbasis media internet yang dikelola Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA).
Forum Muscab menilai bahwa kekerasan seksual merupakan bentuk kekerasan yang paling dominan dan memiliki dampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak sebagai generasi penerus bangsa.
Dalam konteks era digital, praktik child grooming—yakni upaya manipulatif pelaku untuk membangun kedekatan emosional dengan anak melalui platform daring demi tujuan eksploitasi—dipandang sebagai tantangan sistemik yang membutuhkan pendekatan advokasi berbasis data, etika digital, serta strategi pencegahan yang komprehensif.
Dalam sambutannya, Ketua Umum demisioner Muhammad Fikri Robbani, S.Kep., Ners. menyampaikan apresiasi atas kebersamaan dan militansi seluruh kader IMM Ciamis Raya selama masa kepemimpinannya.
“Terima kasih atas kebersamaan dan daya juang seluruh kader. Estafet perjuangan ini saya titipkan kepada kepemimpinan baru agar IMM tetap konsisten sebagai gerakan mahasiswa Islam yang berwatak intelektual, bermoral, dan berkemajuan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum terpilih Gin-Gin Rahmat Permana, S.I.Pol. menegaskan bahwa amanah kepemimpinan yang diembannya merupakan tanggung jawab ideologis dan organisatoris yang harus dijalankan secara kolektif.
“Ke depan, IMM Ciamis Raya harus mampu memaksimalkan ruang digital sebagai arena advokasi ilmiah, dialog publik yang sehat, serta penguatan peran mahasiswa dalam mengawal isu kekerasan seksual, perlindungan anak, dan kebijakan daerah Kabupaten Ciamis secara objektif, kritis, dan solutif,” tegasnya.
(Herdi/PasundanNews.com)




















































