Saluran air di wilayah Lembur Balong RT 01 RW 06, Kelurahan Pataruman, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, amblas dan memutus akses Jalan KIP yang biasa digunakan warga. Foto/Hermanto.PasundanNews.com

BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Saluran air di wilayah Lembur Balong, Kelurahan Pataruman, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar dilaporkan amblas dan memutus akses Jalan KIP yang biasa digunakan warga. Kejadian tersebut berada tepat di perbatasan wilayah Kelurahan Pataruman dan Kelurahan Hegarsari.

Amblasnya saluran air tersebut mencapai kedalaman sekitar 1,5 meter. Kondisi ini membuat badan jalan di atasnya ikut amblas sehingga tidak bisa dilalui kendaraan dan hanya bisa untuk pejalan kaki karena tersisa 10 sentimeter.

Menurut keterangan warga, kerusakan saluran air itu sudah terjadi sejak sekitar satu minggu lalu. Amblasnya infrastruktur tersebut dipicu oleh intensitas hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Banjar dalam beberapa waktu terakhir.

Jalan KIP yang terdampak merupakan jalur aktif yang sering dilintasi warga, terutama anak-anak sekolah. Terputusnya akses jalan ini membuat aktivitas warga terganggu dan memaksa mereka mencari jalur alternatif yang lebih jauh.

Lurah Pataruman, Jaja, membenarkan kejadian tersebut dan menyebut pihak kelurahan telah meninjau langsung lokasi amblesan.

Baca Juga :Diduga Tak Kuat Menanjak, Mobil Damkar Kota Banjar Terperosok di Jalur Cijati Binangun

“Benar, saluran air di wilayah Lembur Balong RT 01 RW 06 mengalami amblas sekitar satu setengah meter akibat hujan deras,” ujar Jaja saat dikonfirmasi, Selasa (27/1/2026).

Ia menambahkan, kondisi tersebut menjadi perhatian bersama karena lokasinya berada di perbatasan dua kelurahan.

“Ini berada di perbatasan Kelurahan Pataruman dan Hegarsari, sehingga perlu penanganan secara bersama-sama agar akses warga bisa kembali normal,” katanya.

Jaja juga menyampaikan bahwa setelah dilakukan rembugan, pihak Kelurahan Pataruman dan Hegarsari, serta unsur RT dan RW telah mencapai kesepakatan terkait penanganan awal kerusakan tersebut. Warga pun berinisiatif melakukan perbaikan secara swadaya dalam waktu dekat.

“Karena di kelurahan tidak ada anggaran, untuk sementara warga sepakat melakukan perbaikan swadaya sambil menunggu langkah lanjutan. Kami dari pihak kelurahan akan terus berkoordinasi agar penanganan bisa dilakukan dengan cepat dan aman,” pungkasnya.

(Hermanto/PasundanNews.com)