BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Banjar menggelar pertemuan strategis dalam rangka penyusunan Gebrakan Baru Rencana Tenaga Kerja (RTK) di ruang Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Banjar, Jumat (5/12/2025).
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal penguatan perencanaan ketenagakerjaan lima tahunan yang diharapkan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah, khususnya dalam pengurangan pengangguran.
Kegiatan ini melibatkan empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yaitu Dinas Tenaga Kerja, Diskominfo, DPMPTSP, dan Bapelitbangda. Selain itu, hadir pula perwakilan dari SPSI, OPINDO, serta unsur akademisi. Kolaborasi lintas sektor ini disebut menjadi kunci penyusunan RTK yang lebih komprehensif dan sesuai kebutuhan Kota Banjar.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Banjar, Hj. Sri Hidayati, melalui Kepala Bidang Penempatan, Perluasan dan Produktivitas Tenaga Kerja, Rizal Mokodompit, menyampaikan bahwa penyusunan RTK menjadi fondasi arah kebijakan ketenagakerjaan ke depan.
“RTK ini bukan hanya dokumen, tetapi peta jalan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menekan angka pengangguran di Kota Banjar,” ujarnya.
Baca Juga :Buron Empat Tahun, Pelaku Kasus Kekerasan Seksual Anak Ditangkap di Jakarta Selatan
Menurut Rizal, keterlibatan banyak pihak dalam pertemuan ini menjadi penguatan penting agar perencanaan tidak hanya berbasis data pemerintah saja, tetapi juga mempertimbangkan kondisi nyata industri, tenaga kerja, serta dinamika ekonomi lokal.
“Kami ingin rencana ini realistis, aplikatif, dan bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” imbuhnya.
Beberapa isu strategis yang dibahas dalam pertemuan tersebut meliputi pemetaan kebutuhan tenaga kerja, penguatan kompetensi pencari kerja, peluang investasi penyerap tenaga kerja, hingga perluasan kesempatan kerja di berbagai sektor. Hal ini selaras dengan target pembangunan daerah yang menekankan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Rizal menegaskan, pemerintah Kota Banjar menaruh perhatian besar terhadap peningkatan produktivitas dan penyerapan tenaga kerja.
“Jika semua sektor bergerak bersama, maka upaya memajukan Kota Banjar akan lebih cepat tercapai,” katanya.
Peserta pertemuan juga diberi ruang untuk menyampaikan masukan, khususnya dari unsur industri dan organisasi pekerja. Masukan tersebut dinilai penting untuk memastikan RTK benar-benar sejalan dengan dinamika dunia kerja dan kebutuhan pasar tenaga kerja yang terus berkembang.
Melalui Gebrakan Baru RTK ini, Disnaker Kota Banjar menargetkan lahirnya strategi ketenagakerjaan yang lebih konkret, terukur, dan tepat sasaran.
“Harapannya, dokumen ini dapat menjadi landasan kuat dalam mengurangi pengangguran sekaligus memajukan Kota Banjar melalui peningkatan kualitas tenaga kerja dan perluasan kesempatan kerja di berbagai sektor ekonomi” pungkasnya.
(Hermanto/PasundanNews.com)




















































