BERITA PANGANDARAN, PASUNDANNEWS.COM – Wahana wisata Grigis yang berlokasi di Desa Kedungwuluh, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, kembali dibuka setelah bertahun-tahun terbengkalai.
Kebangkitan destinasi wisata alam ini merupakan hasil inisiatif dan kerja keras mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 110 Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya, Jawa Barat.
Sebelumnya, wisata Grigis yang menawarkan panorama perbukitan dan hamparan hutan hijau sempat tidak terurus akibat minimnya pengelolaan dan perhatian.
Akses menuju lokasi yang kurang memadai serta fasilitas yang rusak membuat tempat ini ditinggalkan pengunjung dalam waktu lama.
Melalui program KKN, mahasiswa Unsil berupaya menghidupkan kembali potensi wisata desa dengan melakukan pembersihan area, perbaikan sejumlah wahana, serta penataan ulang jalur pengunjung dan spot pandang.
Salah satu daya tarik yang kembali diperbaiki adalah gardu pandang yang menyajikan panorama alam dari ketinggian.
Baca Juga :Komunitas Vespa Ciamis Gelar Sunmori, Touring Santai Sambil Angkat Potensi Wisata Daerah
Koordinator Mahasiswa KKN Unsil Desa Kedungwuluh, Cica Hanopia, menyampaikan bahwa pembukaan kembali wisata Grigis bertujuan untuk mendorong pertumbuhan perekonomian desa sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi wisata lokal.
“Kami berharap masyarakat dapat memiliki rasa kepemilikan dan ikut berpartisipasi dalam menjaga serta mengembangkan wisata Grigis agar tetap berkelanjutan,” ujarnya, Senin (12/1/2026).
Upaya mahasiswa KKN tersebut mendapat sambutan positif dari pemerintah desa dan masyarakat setempat. Mereka menilai kehadiran mahasiswa mampu menjadi pemantik kebangkitan sektor pariwisata desa yang sempat mati suri.
Pemerintah desa bersama warga berharap wisata Grigis dapat terus dikelola secara berkelanjutan dan berkembang menjadi salah satu destinasi unggulan di Kecamatan Padaherang.
Dengan dibukanya kembali wahana wisata Grigis, Desa Kedungwuluh diharapkan mampu menarik wisatawan lokal maupun luar daerah, sekaligus menjadi contoh kolaborasi positif antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah desa dalam mengembangkan potensi wisata berbasis alam. (Saefullah/PasundanNews.com)



















































