H. Muslih hanya bisa menatap derasnya aliran sungai yang diduga menyeret anaknya, Abdul Haris. Foto/Hermanto.PasundanNews.com

BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Suasana haru menyelimuti bantaran Sungai Citanduy, Rabu (1/4/2026), ketika seorang ayah, H. Muslih, tak kuasa menahan air mata. Kepala Desa Cisadap, Kabupaten Ciamis itu terus memanjatkan doa, berharap anak sulungnya Abdul Haris, segera ditemukan setelah diduga hanyut terbawa arus.

Kabar nahas itu diterima H. Muslih sekitar pukul 07.00 WIB. Ia langsung bergegas menuju lokasi kejadian di lingkungan Cikadu, Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar. Dengan langkah tergesa dan hati penuh kecemasan, ia berusaha tegar meski jelas terpukul.

Setibanya di lokasi, H. Muslih hanya bisa menatap derasnya aliran sungai yang diduga menyeret anaknya. Sesekali ia mengusap air mata yang jatuh, tak mampu menyembunyikan rasa kehilangan yang mulai menghantui.

“Sebagai orang tua, saya hanya bisa berdoa. Saya berharap anak saya segera ditemukan, apapun kondisinya,” ujar H. Muslih dengan suara bergetar.

Baca Juga :Truck Towing Terjun ke Sungai Citanduy, Sopir Diduga Hanyut, Tim Gabungan Lakukan Pencarian Intensif

Peristiwa ini bermula ketika truk towing yang dikendarai Abdul Haris diduga hilang kendali dan terjun ke Sungai Citanduy. Kuatnya arus sungai membuat korban diduga terseret, sementara proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan.

H. Muslih mengaku sangat terkejut saat pertama kali mendengar kabar tersebut. Ia tidak menyangka hari itu akan menjadi salah satu momen terberat dalam hidupnya sebagai seorang ayah.

“Tidak ada firasat apa-apa sebelumnya. Saya kaget sekali, dia anak pertama. Kami sekeluarga sangat berharap ada keajaiban,” katanya.

Di tengah upaya pencarian yang terus berlangsung, H. Muslih memilih tetap berada di lokasi. Ia ingin sedekat mungkin dengan harapan, sembari terus berdoa agar anaknya segera ditemukan.

Tangis dan doa yang tak henti dipanjatkan menjadi saksi betapa besar cinta seorang ayah. Di tepi Sungai Citanduy, harapan itu masih menyala, meski duka terus menggelayuti hati keluarga yang menanti kabar kepastian. (Hermanto/PasundanNews.com)