Sedekah Sampah Jadi Cara Unik Pemkab Ciamis Lestarikan Lingkungan, Capai Prestasi Hingga Tingkat ASEAN. Foto/Istimewa

BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Di tengah tantangan pengelolaan sampah yang kian kompleks di berbagai daerah, Kabupaten Ciamis tampil dengan pendekatan berbeda dan menyentuh nilai sosial.

Melalui program Sedekah Sampah, masyarakat diajak menjadikan sampah sebagai sarana berbagi sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.

Program ini menjadi bagian dari strategi besar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis dalam mengelola sampah berbasis kesadaran warga.

Bahkan, atas konsistensi dan capaian tersebut, Ciamis kembali membuktikan diri sebagai daerah peduli lingkungan dengan meraih Anugerah Adipura hingga Adipura Kencana secara berturut-turut sebanyak 11 kali.

Bahkan, Ciamis dinobatkan sebagai kota kecil terbersih se-ASEAN dalam forum 18th ASEAN Ministerial Meeting on The Environment (AMME) tahun 2025 di Malaysia.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Ciamis, Giyatno melalui Sekretaris Aris Taufik mengungkapkan bahwa timbulan sampah harian di Ciamis mencapai sekitar 501 ton.

Dari jumlah itu, lebih dari 80 persen sudah dapat dikelola dengan baik oleh masyarakat secara langsung dan oleh pemerintah daerah.

“Yang terpenting adalah kesadaran. Mengelola sampah bukan sekadar kewajiban, tapi bagian dari tanggung jawab bersama untuk mewariskan lingkungan yang bersih dan sehat,” ujar Aris, Kamis  (4/12/2025).

Baca Juga :Ciamis Catat Sejarah! Kampung Nagrog Raih ProKlim Lestari 2025, Satu-satunya di Jawa Barat

Strategi Kunci Pengelolaan Sampah di Ciamis

Keberhasilan Ciamis tak lepas dari tiga strategi utama yang dijalankan secara berkelanjutan, antara lain, pertama Bank Sampah dan Sedekah Sampah .

“Bank Sampah menjadi motor utama. Sejak berdiri pada 2017 dengan Bank Sampah Induk, kini Ciamis memiliki 305 unit bank sampah hingga tingkat desa dan kelurahan dengan ribuan nasabah aktif,” terang Aris.

Ia menuturkan, sampah yang dikumpulkan tidak hanya plastik, tetapi juga sampah organik dan minyak jelantah. Seluruhnya dapat dikonversi menjadi tabungan.

Bahkan, sejumlah desa mengembangkan inovasi seperti menabung sampah untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta pajak kendaraan bermotor.

“Dan peran pimpinan kepala daerah dalam hal ini Pak Bupati juga selalu mengajak masyarakat untuk pilah sampah dari rumah. Ini sebagai ajakan langsung kepada masyarakat untuk senantiasa menjaga lingkungan agar tetap bersih,” ujarnya.

Yang paling unik adalah program Sedekah Sampah, di mana nilai ekonomis sampah disalurkan untuk kegiatan keagamaan dan sosial. Sampah tak lagi dipandang sebagai masalah semata, melainkan menjadi jalan kepedulian sosial.

“Kedua, Penguatan Infrastruktur dan Regulasi , yakni pemerintah daerah juga terus meningkatkan fasilitas pengolahan sampah melalui pembangunan TPS3R dan TPST,” katanya.

Upaya ini diperkuat dengan regulasi yang jelas melalui Perda Nomor 2 Tahun 2018 dan Perbup Nomor 32 Tahun 2018 tentang pengelolaan sampah rumah tangga.

Baca Juga :Optimalisasi Strategi Digitalisasi, Realisasi Penerimaan PBB-P2 Ciamis Tembus 94 Persen

“Ketiga, Peran Pasukan Ungu . Di lapangan, tugas kebersihan dijalankan oleh 283 personel Pasukan Ungu. Mereka menjadi garda terdepan menjaga kebersihan kota, dari jalan protokol, pasar hingga tempat pembuangan akhir,” jelas Aris.

Dengan semboyan “Pantang Pulang Sebelum Bersih”, Pasukan Ungu menjelma menjadi simbol dedikasi dalam menjaga wajah Ciamis tetap bersih dan asri.

Atas keberhasilan tersebut, Ciamis kini menjadi rujukan sejumlah daerah lain, bahkan perguruan tinggi, yang ingin mempelajari model pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat.

“Dari Bank Sampah hingga Sedekah Sampah, Ciamis membuktikan bahwa solusi lingkungan bisa lahir dari kesadaran kolektif dan nilai-nilai kearifan lokal,” tandas Giyatno.

(Hendri/PasundanNews.com)