BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Kabupaten Ciamis kembali menegaskan posisinya sebagai pionir daerah peduli lingkungan.
Dusun Nagrog, Desa Kertabumi, Kecamatan Cijeungjing, berhasil meraih Penghargaan Program Kampung Iklim (ProKlim) kategori Lestari tahun 2025, predikat tertinggi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI.
Prestasi ini menjadikan Ciamis satu-satunya kabupaten di Jawa Barat yang menerima penghargaan bergengsi kategori Lestari pada tahun ini.
Penghargaan ProKlim Lestari diberikan kepada Dusun Nagrog atas konsistensi dan keberlanjutan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di tingkat masyarakat.
Kegiatan tersebut meliputi pengelolaan lingkungan, penghijauan, dan penguatan ketahanan warga terhadap dampak iklim secara inovatif dan berkelanjutan.
“Saya bangga Ciamis menjadi satu-satunya kabupaten di Jawa Barat yang meraih penghargaan tertinggi ProKlim,” ujar Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, Selasa (2/12/2025).
Prestasi ini, lanjut Herdiat, merupakan buah kerja keras dan komitmen kolektif warga, kader lingkungan, dan seluruh jajaran Pemkab Ciamis.
Capaian ini terasa semakin istimewa karena merupakan kali kedua berturut-turut Ciamis mempertahankan predikat ProKlim Lestari.
Pada tahun 2024, penghargaan serupa diraih oleh Dusun Cinyenang, Desa Sidamulya, Kecamatan Cisaga.
Selain penghargaan untuk desa, Bupati Herdiat Sunarya turut menerima predikat sebagai Pembina ProKlim terbaik.
Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas komitmen Bupati Ciamis dalam mendorong kebijakan lingkungan, memperkuat sinergi lintas sektor, dan memastikan adanya pendampingan berkelanjutan bagi desa-desa ProKlim di Tatar Galuh.
Baca Juga :Ciamis Apresiasi Pengabdian ASN, Ratusan Purna Bhakti dan Ahli Waris Terima Uang Kadeudeuh
Target Perluasan ProKlim ke 14 Desa
Secara terpisah, Kepala DPRKPLH Kabupaten Ciamis, Dr. Giyatno menyampaikan bahwa komitmen Ciamis tidak berhenti pada penghargaan.
“Pemerintah Kabupaten Ciamis menargetkan perluasan program dengan mendorong 14 desa baru untuk bergabung dalam Program Kampung Iklim pada tahun 2025,” katanya.
Berbagai Langkah Strategis telah disiapkan oleh Pemkab Ciamis untuk mendukung perluasan ini antara lain, pertama Pelatihan Kader Lingkungan, yang fokus untuk menyiapkan kader sebagai ujung tombak edukasi dan pendampingan desa.
“Kedua, Kolaborasi Lintas Sektor, tentunya dalam rangka memperkuat sinergi dengan pemerintah desa, penyuluh pertanian/kehutanan, Kelompok Wanita Tani (KWT), dan komunitas lingkungan,” jelas Giyatno.
Ketiga, tuturnya, Dukungan Akademisi, yakni menggandeng lembaga pendidikan, seperti Universitas Siliwangi, untuk pendampingan berbasis riset dan pengetahuan.
“Keempat, Sosialisasi dan Pendampingan Teknis, terutama DPRKPLH akan aktif turun langsung ke desa-desa untuk memastikan implementasi ProKlim berjalan optimal,” katanya.
Pemerintah daerah akan terus memperkuat dukungan kebijakan dan anggaran untuk program lingkungan.
“Harapan kami, semakin banyak desa yang terlibat, menjadikan Ciamis daerah terdepan dalam pengendalian perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan,” tutup Giyatno.
(Hendri/PasundanNews.com)




















































