BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Musibah kebakaran yang meludeskan tiga rumah warga di Lingkungan Cimenyan 2, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar, memicu perhatian berbagai kalangan.
Selain menyisakan kerugian materi bagi para korban, peristiwa tersebut juga memunculkan kritik terhadap minimnya kehadiran unsur pimpinan Pemerintah Kota Banjar dan DPRD di lokasi kejadian.
Tokoh masyarakat Kota Banjar, Yana S. Bachyan, menilai kehadiran kepala daerah atau wakil kepala daerah saat terjadi bencana memiliki nilai moral yang besar bagi masyarakat.
Menurutnya, korban tidak hanya membutuhkan bantuan berupa logistik atau materi, tetapi juga dukungan dan empati yang ditunjukkan secara langsung oleh para pemimpin daerah.
“Kalau kepala daerah sedang menjalankan tugas di luar kota, seharusnya wakil kepala daerah bisa hadir mewakili pemerintah. Masyarakat ingin melihat pemimpinnya datang memberikan semangat kepada warga yang sedang tertimpa musibah,” kata Yana, Kamis (6/8/2026).
Ketua ORARI Lokal Kota Banjar itu mengungkapkan, sejauh yang diketahuinya, unsur pemerintah yang hadir di lokasi didominasi oleh organisasi perangkat daerah (OPD) yang memang memiliki tugas dalam penanggulangan bencana, bersama para relawan dan organisasi sosial.
Baca Juga :Tantan Paparkan Visi ‘PWI Jabar Istimewa’ di Ciamis, Usung 5 Agenda Perubahan Organisasi
Ia berpandangan bahwa kepedulian terhadap warga yang mengalami musibah seharusnya menjadi tanggung jawab bersama seluruh unsur pemerintahan, bukan hanya instansi teknis yang menangani kebencanaan.
Yana juga mengajak para pejabat untuk mengedepankan nilai kemanusiaan di atas kepentingan jabatan.
Menurutnya, kehadiran secara langsung dapat memberikan semangat bagi korban sekaligus mempercepat proses pemulihan melalui semangat gotong royong.
“Lepaskan dulu atribut sebagai pejabat, datanglah sebagai sesama warga. Kehadiran dan kepedulian itu sangat berarti bagi korban. Jika semua pihak memiliki kemauan untuk bergotong royong, saya yakin rumah-rumah yang terbakar bisa kembali dibangun,” ujarnya.
Selain menyinggung jajaran eksekutif, Yana turut menyampaikan kritik kepada DPRD Kota Banjar.
Ia mempertanyakan minimnya kehadiran anggota legislatif di tengah musibah yang menimpa warga, padahal mereka merupakan wakil rakyat yang memiliki tanggung jawab moral untuk hadir bersama masyarakat.
Baca Juga :Ketua HMI Kota Banjar Kritik Keterlibatan KNPI dalam Muscam, Singgung Potensi Konflik Kepentingan
“Saya melihat hanya satu anggota dewan yang datang ke lokasi, itu pun karena bertetangga dengan korban. Saya berharap kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pemangku kebijakan. Saat warga sedang mengalami musibah, kehadiran pemimpin dan wakil rakyat merupakan bentuk kepedulian yang sangat dibutuhkan,” ucapnya.
Yana berharap seluruh elemen pemerintah, DPRD, organisasi sosial, maupun masyarakat dapat bersinergi membantu para korban agar segera bangkit dan kembali memiliki tempat tinggal yang layak.
“Semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi modal utama dalam mempercepat pemulihan pascabencana,” pungkasnya.(Hermanto/PasundanNews.com)



















































