BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Kasus balita yang mengalami gizi buruk di Dusun Mekarjaya, Desa Kaso, Kecamatan Tambaksari, menjadi perhatian serius DPRD Kabupaten Ciamis.

Anggota Komisi D DPRD Ciamis dari Fraksi PPP, Ujang Haeruman, turun langsung menemui keluarga pasien pada Senin (24/8/2026).

Ujang menilai temuan tersebut harus menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah, khususnya dalam memastikan program kesehatan dan bantuan sosial benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Menurutnya, masih ditemukannya kasus gizi buruk di tengah banyaknya program intervensi pemerintah menunjukkan perlunya pengawasan dan koordinasi yang lebih kuat antar instansi.

“Di tengah banyaknya bantuan, ternyata di Desa Kaso masih ditemukan kasus gizi buruk. Ini perlu penanganan khusus dan evaluasi total dari instansi terkait. Saya sangat prihatin atas kondisi ini,” kata Ujang.

Baca Juga :Reses di Mekarjaya Baregbeg, Mohamad Ijudin Ajak Warga Perkuat Literasi Keuangan dan Ekonomi Desa

Ia menyoroti sejumlah lembaga yang dinilai memiliki peran dalam penanganan persoalan tersebut, di antaranya Dinas Kesehatan, DPPKBP3A, program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Baznas Kabupaten Ciamis.

Ujang meminta pemerintah tidak hanya berfokus pada pelaksanaan program, tetapi juga memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan keluarga yang berada dalam kondisi rentan.

Penanganan kasus gizi buruk dan stunting, menurutnya, harus dilakukan secara terpadu mulai dari aspek kesehatan, pemenuhan kebutuhan gizi hingga dukungan sosial bagi keluarga.

“Jangan sampai program yang sudah berjalan tidak terdeteksi sampai ke masyarakat yang membutuhkan. Kasus seperti ini harus menjadi perhatian bersama agar tidak kembali terjadi,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Ujang telah melakukan komunikasi dengan pihak RSUD Ciamis untuk memastikan balita tersebut memperoleh penanganan medis. Ia menyebut respons rumah sakit terhadap laporan tersebut cukup cepat.

“Saya sudah berkoordinasi dengan pihak RSUD Ciamis dan respons mereka sangat cepat. Pasien akan segera mendapatkan perawatan medis dalam waktu dekat,” pungkasnya.

Ujang berharap penanganan terhadap pasien dapat segera dilakukan sekaligus menjadi momentum bagi Pemkab Ciamis.

“Terutama untuk memperkuat sistem deteksi dini dan pendampingan terhadap anak-anak yang berisiko mengalami masalah gizi,” pungkasnya. (Pepi Irawan/PasundanNews.com)