Foto/Istimewa

BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Karya seorang warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Ciamis kembali mendapat perhatian.

Novel berjudul The Advokat karya Muhamad Ijudin Rahmat kini dipersiapkan untuk diterbitkan dalam enam bahasa melalui PT Mas Media Indonesia.

Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan karya literasi yang lahir dari lingkungan pemasyarakatan.

Penerbit menilai novel tersebut memiliki materi yang menarik, khususnya karena mengangkat cerita seputar perjalanan advokasi dan persoalan hukum yang dikemas dalam bentuk karya sastra.

Perwakilan PT Mas Media Indonesia, Ir. Yadi Mulyadi, mengatakan proses penerbitan dan penerjemahan buku tersebut tengah dipersiapkan.

Menurutnya, karya yang ditulis Ijudin memiliki gagasan yang dinilai relevan untuk diperkenalkan kepada pembaca yang lebih luas.

“Menurut kami, karya ini mempunyai kekuatan dari sisi cerita sekaligus memberikan perspektif mengenai persoalan hukum dan perjuangan advokasi. Karena itu, kami berupaya membawa karya ini ke pembaca yang lebih luas,” ujar Yadi, Sabtu (8/8/2026).

Ia menambahkan, penerbit saat ini juga mempersiapkan sejumlah tahapan teknis sebelum buku tersebut diluncurkan. Salah satu agenda yang sedang dirancang adalah kegiatan bedah buku di Lapas Kelas IIB Ciamis.

Rencana bedah buku tersebut belum dilaksanakan karena masih menunggu proses koordinasi dan persetujuan dari pihak Lapas Kelas IIB Ciamis.

Pengajuan kegiatan dilakukan mengingat penulis The Advokat masih berstatus sebagai warga binaan.

Yadi mengatakan, pihak penerbit berharap kegiatan tersebut dapat difasilitasi sehingga karya Ijudin bisa diperkenalkan sekaligus menjadi bagian dari kegiatan pembinaan di lingkungan lapas.

“Kami berharap pihak Lapas Kelas IIB Ciamis dapat memberikan ruang untuk pelaksanaan bedah buku ini. Tentunya seluruh proses akan mengikuti ketentuan dan prosedur yang berlaku di lingkungan pemasyarakatan,” katanya.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memperkenalkan sebuah buku, tetapi juga menunjukkan bahwa pembinaan di dalam lapas dapat memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan kemampuan intelektual dan kreativitas.

Mengangkat Sejumlah Peristiwa Hukum

Dalam novel tersebut, pembaca akan menemukan berbagai cerita yang berkaitan dengan dunia advokasi. Beberapa bagian disebut terinspirasi dari peristiwa dan persoalan hukum yang pernah menjadi perhatian publik.

Di antaranya mengenai perjuangan masyarakat adat Walatra, persoalan yang melibatkan warga Sindangkerta, hingga cerita mengenai masyarakat Cikalong di Kabupaten Pangandaran.

Novel tersebut juga memuat kisah pembelaan terhadap warga negara asing asal Korea serta perkara yang dikaitkan dengan seorang gubernur Jawa Barat.

Meski mengangkat sejumlah peristiwa yang memiliki kemiripan dengan kejadian nyata, isi novel tetap perlu dibaca dalam konteks karya sastra.

Narasi yang dituangkan penulis merupakan sudut pandang dan pengolahan cerita yang tidak serta-merta dapat dianggap sebagai dokumen hukum atau catatan sejarah.

Karena itu, informasi mengenai peristiwa yang menjadi latar cerita tetap perlu dikonfirmasi melalui sumber resmi, dokumen, maupun pemberitaan media yang dapat dipertanggungjawabkan.

Jadi Ruang Edukasi di Balik Lapas

Penerbitan *The Advokat* dalam enam bahasa dinilai menjadi momentum menarik dalam perkembangan pembinaan literasi warga binaan.

Karya tersebut menunjukkan bahwa lingkungan pemasyarakatan tidak hanya berkaitan dengan proses menjalani hukuman, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk mengembangkan potensi.

Jika agenda bedah buku mendapat persetujuan, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang dialog yang mempertemukan penulis, penerbit, warga binaan, pemerhati hukum, insan media, serta masyarakat.

Karya Ijudin juga diharapkan dapat memberikan motivasi kepada warga binaan lainnya agar memanfaatkan masa pembinaan untuk menghasilkan karya yang produktif.

Di sisi lain, rencana penerjemahan ke enam bahasa membuka peluang agar karya yang lahir dari Lapas Ciamis dapat dikenal oleh pembaca di luar Indonesia.

Kini, PT Mas Media Indonesia masih menunggu proses koordinasi dengan pihak Lapas Kelas IIB Ciamis terkait agenda bedah buku tersebut.

Publik pun masih menantikan kepastian pelaksanaan kegiatan yang diharapkan menjadi salah satu catatan menarik dalam pengembangan literasi di lingkungan pemasyarakatan. (Pepi Irawan/PasundanNews.com)