Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Galuh Ciamis, Istianatullaila. Foto/Istimewa

BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Galuh, Istianatullaila, menyambut kedatangan mahasiswa baru dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Galuh Tahun 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Istianatullaila mengajak mahasiswa baru menjadikan perguruan tinggi sebagai tempat memperoleh gelar akademik.

Selain itu juga perguruan tinggi sebagai ruang untuk membangun kemampuan, pengalaman, jejaring, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Menurutnya, kehidupan mahasiswa memiliki tanggung jawab yang lebih luas dibandingkan sekadar mengikuti perkuliahan.

Mahasiswa perlu memahami dan menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

“Menjadi mahasiswa bukanlah hal yang mudah, tetapi juga bukan sesuatu yang sulit untuk dijalankan. Ada tiga pilar utama yang menjadi pedoman di perguruan tinggi, yaitu Tri Dharma Perguruan Tinggi. Mahasiswa harus bersungguh-sungguh dalam pendidikan, berani memulai dan berani mengakhiri,” ujar Istianatullaila, Kamis (17/9/2026).

Baca Juga :Kadisdukcapil Ciamis Yayan Muhamad Supyan Lolos 10 Besar ASN Berprestasi Jabar 2026

Ia juga mendorong mahasiswa baru aktif mengembangkan kemampuan melalui berbagai kegiatan, baik akademik maupun nonakademik.

Menurutnya, organisasi dan kegiatan kemahasiswaan dapat menjadi salah satu ruang untuk menemukan potensi sekaligus memperluas pengalaman.

Selain mengembangkan diri, Istianatullaila mengingatkan mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai bagian dari masyarakat.

Karena itu, kemampuan berpikir kritis, rasional, analitis, sistematis, objektif, dan terbuka terhadap berbagai sudut pandang perlu terus diasah selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi.

“Sebagai social control, mahasiswa juga akan belajar meneliti dengan ciri berpikir rasional, analitis, kritis, universal, sistematis, dan objektif. Setelah menyelesaikan pendidikan, mahasiswa akan kembali dan mengabdi kepada masyarakat. Itulah pentingnya bersungguh-sungguh selama menjadi mahasiswa,” katanya.

Istianatullaila mengutip pemikiran Sutan Sjahrir sebagai pengingat bagi mahasiswa baru untuk berani mengambil langkah dalam menentukan masa depan.

“Seperti yang dikatakan Sutan Sjahrir, hidup yang tidak dipertaruhkan tidak akan dimenangkan. Maka, mulai hari ini kalian yang menentukan jalan kalian masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Galuh dalam sambutannya menekankan bahwa kehidupan mahasiswa tidak berhenti pada aktivitas belajar di ruang kelas.

Baca Juga :DPRD Ciamis Soroti Penguatan UMKM Desa, Dorong Legalitas hingga Akses Pasar Pemerintah

Mahasiswa juga dituntut membangun kompetensi, kemampuan berpikir kritis, serta menghasilkan karya dan prestasi selama menempuh pendidikan.

“Menjadi mahasiswa bukan hanya belajar, tetapi juga dituntut untuk berprestasi dan mengharumkan Universitas Galuh. Selama empat tahun ke depan, jangan berpikir bahwa kalian hanya belajar, duduk di kelas, mengerjakan tugas, kemudian mendapatkan IPK. Itu memang harus dilakukan, tetapi kalian juga harus belajar ilmu dan belajar berpikir kritis sebagai mahasiswa,” tuturnya.

Ia menjelaskan, kemampuan berpikir kritis menjadi salah satu hal yang membedakan kehidupan mahasiswa dengan jenjang pendidikan sebelumnya.

Pengetahuan dan kompetensi yang diperoleh selama kuliah diharapkan dapat menjadi bekal mahasiswa menghadapi dunia kerja sekaligus menghasilkan karya dan inovasi.

“Ilmu itu menjadi bekal untuk memiliki kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja. Kompetensi yang dimiliki nantinya diharapkan menghasilkan karya, inovasi, dan prestasi, baik nasional maupun internasional,” katanya.

Rektor juga berharap mahasiswa baru dapat menyelesaikan pendidikan dengan membawa manfaat yang lebih luas.

Setelah menjadi sarjana, mereka diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. (Hendri/PasundanNews.com)