BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Sebanyak 549 siswa sekolah dasar dari 40 satuan pendidikan di Kecamatan Ciamis mengikuti Invitasi Olahraga Tradisional (Oltrad) tingkat Kecamatan Ciamis Tahun 2026.

Kegiatan yang digelar Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) Kecamatan Ciamis tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga dimanfaatkan untuk mencari siswa yang memiliki potensi di bidang olahraga tradisional.

Lima cabang permainan rakyat dipertandingkan dalam kegiatan tersebut, yakni hadang atau galah asin, tarompah panjang, dagongan, sumpitan, dan egrang.

Hadang menjadi salah satu cabang yang mendapat perhatian besar karena jumlah peminatnya cukup tinggi.

Ketua Pelaksana Invitasi Oltrad sekaligus Ketua KKG PJOK Kecamatan Ciamis, Yana Rustiana, mengatakan kegiatan ini menjadi salah satu kesempatan bagi para guru untuk melihat kemampuan siswa secara langsung dalam suasana kompetisi.

Menurutnya, kegiatan olahraga antarsekolah di tingkat SD relatif terbatas. Karena itu, invitasi olahraga tradisional menjadi ruang bagi siswa untuk berkompetisi sekaligus mempererat hubungan antarsekolah.

Baca Juga :Sakola Motekar Hidupkan Fiksimini ‘Kasorot Poe’ di Panggung Hajatan Sastra Rumah Koclak

“Selain untuk silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi bagian dari proses seleksi. Kami ingin melihat potensi siswa yang nantinya bisa dipersiapkan untuk mengikuti kejuaraan di tingkat Kabupaten Ciamis,” ujar Yana, Rabu (16/9/2026).

Dari hasil pelaksanaan tingkat kecamatan, KKG PJOK Kecamatan Ciamis menargetkan seluruh cabang yang dipertandingkan dapat mengirimkan wakil ke tingkat kabupaten. Hadang dan dagongan menjadi dua cabang yang diproyeksikan sebagai andalan.

Yana menyebut Kecamatan Ciamis sebelumnya memiliki pengalaman positif di ajang olahraga tradisional. Pada 2024, perwakilan dari Kecamatan Ciamis bahkan berhasil melaju hingga tingkat provinsi.

“Harapannya tahun ini prestasi tersebut bisa kembali diraih, bahkan meningkat. Karena itu kami ingin mempersiapkan peserta dengan sebaik mungkin,” katanya.

Di sisi lain, tingginya partisipasi siswa menunjukkan bahwa permainan tradisional masih memiliki tempat di kalangan anak-anak.

Hal tersebut dinilai menjadi hal positif di tengah semakin kuatnya penggunaan perangkat digital dalam keseharian siswa.

Yana menilai sebagian peserta masih mengenal dan memainkan permainan tradisional di lingkungan tempat tinggalnya.

Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk menjaga keberlangsungan permainan rakyat sekaligus mengembangkannya sebagai bagian dari pembinaan olahraga sejak usia dini.

Melalui kegiatan tersebut, KKG PJOK Kecamatan Ciamis berharap muncul atlet-atlet muda yang memiliki kemampuan dan pengalaman berkompetisi sehingga dapat membawa nama Kecamatan Ciamis pada ajang olahraga tradisional di tingkat yang lebih tinggi. (Pepi Irawan/PasundanNews.com)