Foto/Istimewa

BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Ciamis pada 2026 menjadi momentum bagi masyarakat di sejumlah desa untuk menentukan pemimpin yang akan menjalankan pemerintahan dan pembangunan di tingkat desa.

Salah satunya Desa Mekarmulya, Kecamatan Pamarican. Dalam momentum tersebut, Bakal Calon Kepala Desa Mekarmulya, Aris Hidayat, menawarkan sejumlah gagasan pembangunan yang dirangkum dalam delapan agenda prioritas.

Aris mengusung visi menjadikan Desa Mekarmulya sebagai desa yang maju, mandiri, sejahtera, transparan dan berkeadilan melalui pemerintahan desa yang amanah serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Menurut Aris, peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi salah satu fondasi utama pemerintahan desa. Ia mendorong pelayanan yang cepat, mudah, ramah, transparan dan tidak diskriminatif.

“Peningkatan kualitas pelayanan masyarakat menjadi salah satu prioritas utama. Pelayanan desa harus cepat, mudah, ramah, transparan dan tidak diskriminatif,” ujar Aris kepada PasundanNews.com, Selasa (15/9/2026).

Selain pelayanan, Aris menyoroti pentingnya tata kelola pemerintahan desa yang terbuka. Pengelolaan anggaran dan program pembangunan.

Baca Juga :Pilkades Serentak 2026 di Ciamis Siap Digelar, Bupati Herdiat Minta Aparatur Desa Jaga Netralitas

Menurutnya, perlu dilakukan secara bertanggung jawab dengan memberikan ruang kepada masyarakat untuk ikut terlibat dalam proses perencanaan maupun pengawasan.

Agenda berikutnya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur. Aris ingin pembangunan maupun pemeliharaan fasilitas desa dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat dan skala prioritas.

“Untuk pembangunan infrastruktur, komitmen kita adalah mendorong pembangunan dan pemeliharaan berdasarkan kebutuhan serta skala prioritas. Semangat gotong royong masyarakat juga harus tetap dilibatkan,” tuturnya.

Pada sektor ekonomi, Aris menyiapkan penguatan potensi ekonomi kerakyatan melalui berbagai sektor yang berkembang di masyarakat. UMKM, pertanian, peternakan, perikanan, kerajinan dan perdagangan dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai penggerak ekonomi desa.

Penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) juga menjadi bagian dari agenda tersebut. BUMDes diharapkan dapat berperan lebih optimal dalam mengelola potensi ekonomi sekaligus membuka peluang kemandirian bagi masyarakat.

Tak hanya pembangunan fisik dan ekonomi, Aris turut memasukkan peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam programnya.

Dukungan terhadap pendidikan, keterampilan, pelatihan kerja, olahraga, seni, budaya serta kegiatan positif lainnya dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas warga.

Perhatian khusus juga diberikan kepada generasi muda. Aris ingin membuka ruang yang lebih luas bagi pemuda untuk berkreasi, berwirausaha, berorganisasi, berolahraga dan mengambil peran dalam pembangunan Desa Mekarmulya.

“Pemuda harus diberikan ruang untuk berkreasi, berwirausaha, berorganisasi, berolahraga dan ikut berkontribusi dalam pembangunan desa,” katanya.

Sementara di bidang sosial, Aris menilai nilai agama, budaya lokal dan semangat gotong royong perlu terus dipertahankan.

Menurutnya, ketiga hal tersebut merupakan bagian penting dari identitas sekaligus kekuatan sosial masyarakat Desa Mekarmulya.

Di bidang kesehatan dan lingkungan, ia mendorong penguatan kegiatan Posyandu, peningkatan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat serta kebersihan lingkungan.

Upaya tersebut diarahkan untuk menciptakan lingkungan desa yang sehat, bersih dan nyaman bagi masyarakat.

Baca Juga :Sekolah Diminta Tetap Tenang Hadapi Oknum Mengaku Wartawan, LKBH PGRI: Pegang Aturan

Delapan agenda tersebut meliputi peningkatan pelayanan masyarakat, pemerintahan yang amanah dan transparan, pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi dan kemandirian masyarakat.

Kemudian peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan pemuda, pelestarian nilai agama dan budaya serta penguatan pelayanan kesehatan dan lingkungan.

Aris menegaskan, seluruh gagasan tersebut berpijak pada kepentingan masyarakat. Ia menempatkan keterbukaan, keadilan dan partisipasi warga sebagai prinsip yang perlu dikedepankan dalam penyelenggaraan pemerintahan Desa Mekarmulya.

“Yang paling utama adalah kepentingan masyarakat. Pemerintahan desa harus dibangun dengan prinsip keterbukaan, keadilan dan melibatkan masyarakat dalam proses pembangunan,” tandasnya.

Momentum Pilkades 2026 di Kabupaten Ciamis sendiri menjadi bagian dari agenda demokrasi desa dengan cakupan 40 desa.

Penyelenggaraan Pilkades tahun ini juga membawa terobosan berupa pemanfaatan sistem digital dalam proses pemilihan.(HendriPasundanNews.com)