BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) kembali digelorakan di Kota Banjar sebagai upaya meningkatkan konsumsi protein hewani, mencegah stunting, sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat melalui sektor perikanan.
Kegiatan hasil kolaborasi Komisi IV DPR RI bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu berlangsung di Aula Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar, Sabtu (1/8/2026).
Sosialisasi tersebut dihadiri Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB Hj. Rina Saadah, Wakil Wali Kota Banjar Dr. H. Supriana yang diwakili Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, dan Ketahanan Pangan Kota Banjar Yoyon Cuhyon, Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjar Ruhimat, serta diikuti masyarakat dan sejumlah tamu undangan.
Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, dan Ketahanan Pangan Kota Banjar Yoyon Cuhyon mengungkapkan tingkat konsumsi ikan masyarakat Banjar masih berada di bawah harapan.
Berdasarkan data pemerintah daerah, konsumsi ikan baru mencapai 24,24 kilogram per kapita per tahun atau rata-rata kurang dari satu kilogram setiap bulan.
“Angka tersebut menunjukkan konsumsi ikan masyarakat masih rendah. Padahal ikan merupakan sumber protein yang sangat penting untuk mendukung kesehatan dan pertumbuhan,” ujar Yoyon.
Meski tingkat konsumsi belum tinggi, sektor perikanan di Kota Banjar terus menunjukkan perkembangan positif.
Produksi ikan mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir berkat berbagai program pemerintah, mulai dari bantuan budidaya menggunakan kolam bioflok hingga dukungan bagi kelompok pembudidaya dan pengolah hasil perikanan.
Baca Juga :Hotel Singacala Resmi Diluncurkan, Pemkab Ciamis Optimalkan Aset Daerah untuk Dongkrak PAD
Pemerintah Kota Banjar juga terus memperkuat sektor hulu dengan menyediakan Balai Benih Ikan sebagai pusat penyediaan benih berkualitas.
Bahkan masyarakat yang memiliki kolam budidaya kini dapat memperoleh benih ikan secara gratis melalui program pemerintah daerah.
“Kami sudah memiliki Balai Benih Ikan. Berkat kebijakan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, masyarakat yang memiliki kolam dapat memperoleh benih ikan tanpa biaya sehingga diharapkan budidaya ikan semakin berkembang,” jelasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Hj. Rina Saadah menilai rendahnya konsumsi ikan perlu menjadi perhatian bersama.
Menurutnya, Gemarikan tidak hanya bertujuan meningkatkan asupan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu strategi pemerintah dalam menekan angka stunting.
Selain aspek kesehatan, Rina mendorong masyarakat, khususnya pelaku UMKM, memanfaatkan potensi perikanan dengan mengembangkan beragam produk olahan ikan yang memiliki nilai tambah ekonomi.
“Kami berharap konsumsi ikan masyarakat terus meningkat sehingga gizi keluarga menjadi lebih baik, kasus stunting dapat ditekan, dan UMKM berbasis olahan ikan semakin berkembang. Generasi muda juga perlu ikut mengawal dan menyukseskan program ini agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Melalui sosialisasi Gemarikan, pemerintah berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya mengonsumsi ikan semakin meningkat, sekaligus membuka peluang usaha baru yang mampu memperkuat perekonomian daerah. (Hermanto/PasundanNews.com)



















































