BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Kepengurusan Pengurus Daerah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) bersama Majelis Taklim Perempuan (MTP) Kabupaten Ciamis masa bakti 2026–2031 resmi dikukuhkan.
Prosesi pelantikan berlangsung di Gedung Islamic Center Ciamis, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Ciamis, tokoh agama, para jemaah haji serta sejumlah unsur masyarakat. Pelantikan mengangkat tema “Perkuat Peran dan Fungsi Organisasi IPHI untuk Mewujudkan Haji Mabrur.”
Ketua IPHI Kabupaten Ciamis periode 2026–2031, KH. Muhammad Syarif Hidayat, mengatakan keberadaan IPHI bukan sekadar wadah silaturahmi para alumni jemaah haji.
Menurutnya, organisasi tersebut memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nilai-nilai ibadah haji agar terus tercermin dalam kehidupan sehari-hari.
Ia berharap anggota IPHI mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas melalui keteladanan, kepedulian sosial dan berbagai kegiatan yang dapat memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat.
“Anggota IPHI diharapkan menjadi cahaya penerang dan teladan. Kehadiran kita harus memberikan manfaat, meningkatkan kesalehan sosial serta ikut menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis,” ujar KH. Syarif Hidayat.
Baca Juga : Padi Organik Cigembor Tembus 8,5 Ton per Hektare, Pemkab Ciamis Dorong Pertanian Berkelanjutan
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Ciamis atas dukungan terhadap keberadaan organisasi, termasuk pemberian izin pemanfaatan fasilitas asrama haji sebagai sekretariat IPHI.
Pelantikan tersebut turut mendapat perhatian dengan hadirnya Kang Haji Miko Faisal, jemaah asal Kecamatan Rancah yang sebelumnya melakukan perjalanan kaki menuju Makkah dan baru kembali setelah menempuh perjalanan selama 17 bulan.
Ketua PW IPHI Jawa Barat, Dr. H. Ijang Faisal, M.Si., mengingatkan bahwa perjalanan spiritual seorang jemaah tidak berhenti setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Tantangan berikutnya adalah mempertahankan kemabruran melalui perilaku dan kontribusi positif di lingkungan masing-masing.
Karena itu, kepengurusan IPHI di daerah diharapkan mampu membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah.
Sinergi tersebut dinilai penting agar organisasi dapat ikut mengambil peran dalam berbagai program sosial dan keagamaan.
“IPHI bukan organisasi yang berdiri sebagai oposisi pemerintah. Justru komunikasi dan sinergi harus terus diperkuat agar pengabdian kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal,” kata Ijang.
Ia juga menyampaikan dukungan terhadap proses transisi kelembagaan dalam penyelenggaraan haji nasional serta gagasan pembangunan Kampoeng Haji yang diinisiasi pemerintah pusat.
Sementara itu, Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus IPHI dan MTP yang baru dilantik.
Baca Juga :Tiga Hari di Ciamis, Mahasiswa Malaysia Rasakan Langsung Praktik Kepemimpinan Berbasis Komunitas
Ia berharap kepengurusan baru dapat melanjutkan program positif yang telah dilakukan pengurus sebelumnya sekaligus menghadirkan inovasi pengabdian yang semakin dirasakan masyarakat.
Bupati menilai IPHI memiliki posisi penting sebagai mitra pemerintah, khususnya dalam memperkuat pembinaan keagamaan dan membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Menurut Herdiat, predikat haji mabrur tidak cukup hanya dibuktikan ketika seseorang berada di Tanah Suci. Kemabruran justru harus terlihat setelah jemaah kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Menunaikan ibadah haji membutuhkan proses panjang, kesabaran dan biaya yang tidak sedikit. Namun, tantangan sesungguhnya adalah bagaimana mempertahankan kemabruran itu melalui perubahan sikap dan perilaku yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat,” ujar Herdiat.
Ia berharap para pengurus dan anggota IPHI-MTP Ciamis dapat menjadi contoh dalam kehidupan bermasyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan kemaslahatan umat.
Dengan dikukuhkannya kepengurusan baru, IPHI dan MTP Ciamis diharapkan tidak hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga mampu berkembang sebagai organisasi yang aktif memberikan kontribusi nyata dalam bidang keagamaan, sosial dan kemasyarakatan.(Pepi Irawan/PasundanNews.com)



















































