BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Agun Gunandjar Sudarsa, menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama para pendekar dari Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Kota Banjar, Jumat (9/1/2026).

Kegiatan ini berlangsung di GOR Gandawati, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh daerah, di antaranya Kalapas Banjar Tutut Prasetyo, Danramil 1313/Banjar Mayor Inf Sumadi, Camat Purwaharja Rina Purnama Sari, Lurah Purwaharja Hendri Sumantri, Wakapolsek Purwaharja Iptu Hermawan, serta Ketua Bawaslu Kota Banjar Rudi Ilham Ginanjar, dan Sekretaris DPD Golkar Banjar, Eris Kristian. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan dukungan terhadap penguatan wawasan kebangsaan di masyarakat.

Baca Juga :Kembali ke Kampung Halaman, Agun Gunandjar Tinjau Mushala dan Tambah Bantuan untuk Warga Gunung Damar

Dalam paparannya, Agun menyampaikan pentingnya pemahaman dan pengamalan empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu bangsa.

Menurutnya, empat pilar kebangsaan merupakan fondasi utama dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Ia menegaskan bahwa seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga dan mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

“Empat pilar ini bukan sekedar slogan, tetapi nilai-nilai yang harus hidup dalam praktik kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah kekuatan kita dalam menjaga persatuan,” ujarnya.

Agun juga menyoroti pentingnya menanamkan semangat toleransi, gotong royong, serta sikap saling menghargai perbedaan, khususnya di era digital yang rawan terhadap penyebaran hoaks, provokasi, dan ujaran kebencian yang dapat memecah belah persatuan bangsa.

Selain pemaparan materi, acara juga diisi dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif yang membahas berbagai persoalan kebangsaan aktual.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat khususnya generasi muda dan komunitas pencak silat, semakin memahami dan mengamalkan nilai-nilai luhur bangsa. Dengan demikian, keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat terus terjaga secara berkelanjutan. (Hermanto/PasundanNews.com)