BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Banjar terus bergelora.
Salah satunya melalui kegiatan lomba Gapleh yang digelar Forum Pemerhati Desa Kota Banjar di sekretariatnya, Dusun Sukanegara RT 09 RW 02, Desa Waringinsari, Kecamatan Langensari, pada Selasa (25/8/2026) malam.
Suasana penuh keakraban terlihat sejak pertandingan dimulai. Sebanyak 120 peserta yang seluruhnya merupakan warga Desa Waringinsari ambil bagian dalam lomba tersebut.
Selain menjadi hiburan dalam memeriahkan HUT RI, kegiatan ini juga dikemas sebagai sarana silaturahmi sekaligus mempererat kekompakan masyarakat.
Ketua Forum Pemerhati Desa Kota Banjar, Ponimin mengatakan, lomba gapleh sengaja digelar dengan konsep meriah namun tetap menjunjung tinggi sportivitas.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan semata-mata mencari pemenang, tetapi menjadi momentum mempertemukan warga dalam suasana santai dan penuh kebersamaan.
Baca Juga :Jalan Sehat dan Tabligh Akbar Semarakkan HUT RI serta Maulid Nabi di Kertasari
“Kami ingin memeriahkan HUT RI ke-81 sekaligus mempererat silaturahmi dan kekompakan warga. Yang paling penting bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi bagaimana masyarakat bisa berkumpul, berkomunikasi dan menikmati suasana kebersamaan,” ujarnya.
Dalam babak penyisihan, pertandingan dibuka dengan 30 lapak yang masing-masing diisi empat peserta. Dari setiap lapak, dua peserta terbaik berhak melaju ke babak berikutnya.
Untuk menambah tantangan permainan, kartu balak 4, 5, dan 6 ditiadakan sehingga setiap peserta bermain menggunakan lima kartu. Apabila tidak terjadi kondisi “pol”, pemenang ditentukan berdasarkan jumlah kartu terkecil.
Setelah babak penyisihan, pertandingan berlanjut dengan 15 lapak dan setiap lapak menghasilkan satu juara. Panitia kemudian mengambil satu peserta tambahan dari juara kedua terbaik berdasarkan poin tertinggi.
Jika terdapat nilai yang sama, penentuan dilakukan melalui jumlah kartu terkecil. Selanjutnya, babak semifinal diikuti empat lapak dan masing-masing menghasilkan satu peserta untuk melaju ke babak final.
Panitia juga menyiapkan hadiah menarik bagi para pemenang. Juara pertama berhak membawa pulang satu ekor kambing berukuran besar, juara kedua mendapatkan satu ekor kambing kecil, sedangkan juara ketiga dan keempat memperoleh hadiah uang tunai.
Menariknya, selama pertandingan berlangsung, peserta juga mendapat suguhan kopi, susu, makanan, dan cemilan secara gratis dari panitia.
Plh. Danramil 1318/Langensari, Kapten Inf. Sarman, mengapresiasi kegiatan tersebut karena mampu menghadirkan suasana guyub di tengah masyarakat.
Baca Juga :Penataan Situs Astana Gede Kawali Dikritik Budayawan dan Akademisi, Dinilai Abaikan Keaslian Sejarah
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena masyarakat dapat berkumpul dan bersilaturahmi dalam suasana yang sederhana tetapi penuh kebersamaan. Semangat kemerdekaan bukan hanya melalui upacara, tetapi juga bisa diwujudkan dengan menjaga persatuan dan kekompakan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Waringinsari, Kuswanti, turut mengapresiasi inisiatif Forum Pemerhati Desa Kota Banjar. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan karena memberikan ruang bagi masyarakat untuk berinteraksi sekaligus menumbuhkan rasa persaudaraan.
“Kami sangat mendukung kegiatan yang melibatkan masyarakat seperti ini. Selain memeriahkan HUT RI, warga bisa berkumpul, saling mengenal dan mempererat hubungan antar warga,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri anggota DPRD Kota Banjar Hendri Purnomo, Tribina Desa Waringinsari, sejumlah tokoh masyarakat, pemuda, serta keluarga besar Forum Pemerhati Desa Kota Banjar.
Lomba gapleh pun berlangsung dalam suasana meriah, penuh canda dan sportivitas, menjadi salah satu bentuk sederhana namun bermakna dalam mengisi kemerdekaan dengan kebersamaan. (Hermanto/PasundanNews.com)



















































