BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – PSGC Ciamis mulai mempersiapkan diri menghadapi kompetisi Liga 2 musim 2026 dengan menggelar seleksi pemain secara tertutup.
Langkah tersebut dilakukan untuk membentuk skuad terbaik yang dinilai mampu bersaing di kasta kedua sepak bola Indonesia usai promosi dari Liga 3.
Pelatih Kepala PSGC Ciamis, Heri Kiswanto, mengatakan status sebagai tim promosi menjadi tantangan besar bagi Laskar Singacala.
Meski demikian, ia optimistis timnya mampu memberikan perlawanan terhadap klub-klub yang lebih berpengalaman di Liga 2.
“Sebagai tim yang baru promosi tentu tantangannya berbeda dengan tim yang sudah lama bertahan di Liga 2. Kami akan bekerja keras agar PSGC bisa tampil maksimal dan membawa kebanggaan bagi masyarakat Ciamis,” ujar Heri Kiswanto, Senin (3/8/2026).
Dalam proses pembentukan tim, manajemen mempertahankan sekitar 12 hingga 13 pemain dari skuad musim lalu yang dinilai memenuhi standar kompetisi Liga 2.
Sebagian besar pemain tersebut telah bergabung mengikuti latihan, sementara beberapa lainnya masih menunggu proses kedatangan.
Selain mengandalkan pemain lama, PSGC juga mendapat tambahan pemain muda hasil pembinaan Persib Bandung. Namun, seluruh pemain yang datang tetap harus mengikuti proses seleksi sesuai kebutuhan tim.
Baca Juga : Disdik Ciamis Jamin Seluruh Lulusan SD dan SMP Tertampung di Jenjang Pendidikan Berikutny
“Saya tidak melihat nama besar pemain. Siapa pun yang datang harus bisa mengikuti skema permainan yang kami siapkan dan memiliki kemauan bekerja keras untuk tim,” tegas Heri.
Ia menjelaskan, termasuk empat pemain kategori U-18 yang menjadi syarat regulasi Liga 2, seluruhnya tetap akan menjalani penilaian sebelum diputuskan masuk dalam skuad utama.
Tak hanya memperkuat komposisi pemain, jajaran pelatih PSGC juga diproyeksikan bertambah. Sejumlah nama mantan pemain profesional seperti Eka Ramdani, Boy Jati, hingga eks kiper Persib Bandung, Made Wirawan, disebut masuk dalam bursa calon asisten pelatih.
Untuk memastikan kondisi setiap pemain, seluruh peserta seleksi diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan atau medical check-up.
Pemeriksaan tersebut meliputi deteksi cedera hingga pengecekan kondisi jantung guna mengetahui tingkat kebugaran pemain sebelum memasuki program latihan intensif.
“Pemeriksaan kesehatan menjadi tahapan penting agar kami mengetahui kondisi fisik pemain secara menyeluruh, termasuk potensi cedera maupun kesiapan mereka menjalani latihan,” katanya.
Heri menargetkan proses seleksi dan penyusunan skuad yang berjumlah maksimal 30 pemain dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu pekan.
Setelah itu, tim akan fokus meningkatkan kondisi fisik sekaligus membangun kekompakan antara pemain lokal dan pendatang.
Meski waktu persiapan relatif singkat dibanding sejumlah peserta Liga 2 lainnya, Heri tetap memasang target tinggi. Ia berharap PSGC mampu bersaing di papan atas klasemen dan menembus empat besar pada musim ini.
“Target pribadi saya tentu ingin membawa PSGC masuk empat besar. Yang paling penting sekarang seluruh pemain memiliki komitmen, meninggalkan ego masing-masing, dan memberikan kemampuan terbaik saat mengenakan jersey PSGC,” pungkasnya. (Pepi Irawan/PasundanNews.com)



















































