Pemkab Ciamis Siapkan Aplikasi GIS untuk Lindungi Lahan Pertanian dan Optimalkan Aset Daerah. Foto/Pepi Irawan.PasundanNews.com

BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Ciamis memperkuat upaya menjaga keberlanjutan lahan pertanian melalui inovasi digital berbasis Sistem Informasi Geografis (GIS).

Melalui Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), pemerintah memperkenalkan aplikasi Aset Penjaga Pangan, sebuah sistem yang dirancang untuk memetakan sekaligus mengelola aset tanah milik pemerintah agar mendukung ketahanan pangan daerah.

Peluncuran aplikasi tersebut dilaksanakan di Oproom Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis, Kamis (30/7/2026).

Inovasi ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mengantisipasi meningkatnya alih fungsi lahan, khususnya pada kawasan pertanian yang berperan sebagai penyangga produksi pangan.

Aplikasi tersebut merupakan hasil Aksi Perubahan yang digagas Sekretaris BPKD Kabupaten Ciamis, Mar Diyana Yusuf, dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Tahun 2026 yang diselenggarakan BKPSDM Kabupaten Ciamis.

Menurut Mar Diyana, selama ini pengelolaan aset pemerintah masih didominasi aspek administrasi dan pencatatan.

Baca Juga :Disdik Ciamis Jamin Seluruh Lulusan SD dan SMP Tertampung di Jenjang Pendidikan Berikutnya

Melalui sistem baru ini, data aset diolah menjadi informasi strategis yang dapat digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan, terutama dalam menjaga keberlangsungan kawasan pertanian pangan.

“Melalui aplikasi ini, aset daerah diharapkan menjadi landasan dalam pengambilan keputusan pembangunan, khususnya untuk memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Ciamis,” ujarnya.

Ia menjelaskan, aplikasi Aset Penjaga Pangan mengintegrasikan delapan komponen informasi dalam satu dashboard berbasis GIS.

Informasi tersebut mencakup legalitas aset, data spasial, kesesuaian tata ruang, status Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), fungsi lahan terkini, potensi produksi pangan, kesiapan pemanfaatan aset, hingga riwayat pengelolaannya.

Seluruh data dihimpun dari sejumlah instansi, antara lain BPKD, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Dinas PUTR, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, sehingga menghasilkan informasi yang lebih akurat dan terintegrasi.

Dengan sistem tersebut, proses penilaian kelayakan aset untuk dimanfaatkan dapat dilakukan jauh lebih cepat.

Jika sebelumnya membutuhkan koordinasi manual antarorganisasi perangkat daerah yang memakan waktu berminggu-minggu, kini proses identifikasi dapat diselesaikan hanya dalam hitungan hari kerja.

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengapresiasi lahirnya inovasi tersebut. Menurutnya, pemanfaatan teknologi spasial merupakan langkah penting untuk memastikan aset milik pemerintah daerah memiliki manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung sektor pertanian.

“Kami memandang penting transformasi pengelolaan aset dari sekadar pencatatan administratif menjadi instrumen pengambilan keputusan pembangunan,” kata Herdiat.

Baca Juga :Hotel Singacala Resmi Diluncurkan, Pemkab Ciamis Optimalkan Aset Daerah untuk Dongkrak PAD

Ia menambahkan, aplikasi tersebut sejalan dengan arah pembangunan daerah yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Ciamis 2025–2029, terutama pada misi peningkatan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas serta penguatan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan berorientasi pada kinerja.

Sebagai bentuk komitmen, Pemkab Ciamis akan mengintegrasikan inovasi tersebut ke dalam regulasi dan kebijakan daerah agar implementasinya berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang.

Melalui penerapan aplikasi Aset Penjaga Pangan, BPKD tidak hanya berfungsi sebagai pengelola administrasi aset, tetapi juga berperan sebagai penyedia informasi strategis untuk mengoptimalkan pemanfaatan tanah milik pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

“Aplikasi ini mengusung slogan “Aset Penjaga Pangan, Untuk Ketahanan Pangan Kuat, Ciamis Tangguh”, sebagai simbol komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan sektor pangan melalui pemanfaatan teknologi digital,” tandas Bupati Ciamis.(Pepi Irawan/PasundanNews.com)