BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Kondisi sarana pendidikan di SD Negeri 3 Pasawahan, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, menjadi perhatian Ketua DPRD Ciamis H. Nanang Permana, M.H. saat melaksanakan Reses Masa Sidang II Tahun 2026, Jumat (28/8/2026).

Di sela agenda menyerap aspirasi masyarakat Desa Pasawahan, Nanang menyempatkan meninjau langsung lingkungan sekolah.

Dari kunjungan tersebut, ia menemukan sejumlah fasilitas yang dinilai membutuhkan penanganan, terutama bangunan perpustakaan yang sudah lama tidak digunakan.

Bangunan yang sebelumnya diperuntukkan sebagai ruang perpustakaan itu kini kondisinya cukup memprihatinkan.

Atap mengalami kebocoran, bagian rangka terlihat mengalami korosi, sementara ruangan dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan barang sehingga tampak tidak terawat.

Informasi dari pihak sekolah menyebutkan, fasilitas tersebut dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) pada 2012.

Namun, sekitar delapan tahun terakhir perpustakaan tidak lagi digunakan untuk aktivitas siswa karena kondisi bangunannya dinilai berisiko terhadap keselamatan.

Nanang menilai kondisi konstruksi bangunan tersebut perlu mendapat perhatian serius. Ia mempertanyakan kualitas material rangka atap yang mengalami karat cukup parah meskipun usia bangunan baru sekitar 14 tahun.

Baca Juga :Kemarau Melanda Rajadesa, 234 SC bersama BPBD dan Perumdam Tirta Galuh Kirim Bantuan Air

“Ini ketahuan baja ringan usianya 14 tahun tapi sudah ada karat. Berarti bukan pakai zincalume, paling galvalum yang kualitasnya rendah,” kata Nanang saat meninjau lokasi.

Selain persoalan material, Ketua DPRD Ciamis itu juga menyoroti desain konstruksi atap. Menurutnya, rangka baja ringan semestinya dipadukan dengan material penutup atap yang memiliki bobot sesuai kapasitas konstruksi.

“Kalau menggunakan rangka baja ringan, seharusnya penutup atapnya juga disesuaikan. Jangan sampai rangkanya ringan tetapi menggunakan genteng yang berat,” ujarnya.

Bagi Nanang, persoalan tersebut tidak sebatas menyangkut kondisi fisik bangunan.

Ruang perpustakaan yang seharusnya menjadi pusat kegiatan literasi justru tidak dapat dimanfaatkan secara optimal oleh siswa.

Ia menilai lingkungan belajar yang nyaman sangat penting untuk membangun ketertarikan anak terhadap buku dan kegiatan membaca.

“Bagaimana anak-anak bisa menggali literatur, tempat bacaannya juga lebih buruk dari pos ronda,” tegasnya.

Atas temuan tersebut, Nanang berencana mendorong Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis agar kondisi SDN 3 Pasawahan mendapat perhatian dalam program revitalisasi sarana pendidikan.

Ia berharap penanganan nantinya dilakukan secara menyeluruh dan tidak berhenti pada perbaikan perpustakaan.

Baca Juga :Jembatan Perintis Garuda Pangkas Akses Warfa Sidaharja-Kutawaringin, TNI dan Masyarakat Bergotong Royong

Menurutnya, sejumlah ruang kelas serta bangunan kantor yang kondisinya sudah tidak memadai juga perlu menjadi bagian dari evaluasi agar seluruh fasilitas sekolah dapat kembali menunjang kegiatan belajar mengajar.

“Saya percaya Pak Kadisdik Ciamis bisa mengupayakan ini agar dapat bantuan revitalisasi,” ungkap Nanang.

Kehadiran Nanang di SDN 3 Pasawahan juga mendapat sambutan antusias dari para siswa. Saat kunjungan berlangsung, siswa tengah mengikuti kegiatan kepramukaan bersama para pembina.

Sebagai Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Ciamis, Nanang mengapresiasi semangat para siswa dan pembina yang tetap aktif menjalankan kegiatan pendidikan karakter meskipun kondisi fasilitas sekolah masih memiliki sejumlah keterbatasan.

Ia berharap perhatian terhadap sarana pendidikan dapat berjalan beriringan dengan penguatan aktivitas siswa.

“Kami harapkan proses belajar dan pengembangan karakter anak di sekolah dapat berlangsung secara lebih optimal,” pungkas Nanang.(Pepi Irawan/PasundanNews.com)