BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Krisis air bersih mulai dirasakan sejumlah warga di Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, seiring berlangsungnya musim kemarau.

Kondisi tersebut turut dialami Pondok Pesantren Mukhtarul Ulum di Desa Cijeruk, setelah sumber air dari sumur bor pesantren mengering dan mesin pompa mengalami kerusakan.

Situasi itu mendorong Ormas 234 SC DPC Kabupaten Ciamis turun tangan bersama BPBD Kabupaten Ciamis, Perumdam Tirta Galuh, serta Puskesmas Rajadesa.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui pendistribusian air bersih sekaligus pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi santri dan masyarakat sekitar.

Pimpinan Pondok Pesantren Mukhtarul Ulum, H. Luqmanul Hakim, mengatakan keterbatasan air telah berlangsung selama beberapa hari.

Menurutnya, gangguan tersebut cukup berdampak terhadap aktivitas pesantren yang setiap hari membutuhkan air untuk berbagai keperluan.

“Sumur bor mengering dan pompa air rusak dari Jumat sampai Senin. Kami sangat membutuhkan pasokan air dari luar. Persoalan ini bukan cuma di pesantren, masyarakat sekitar juga sudah mulai kesulitan air bersih,” ujar Luqmanul, Jumat (28/8/2026).

Baca Juga :Jembatan Perintis Garuda Pangkas Akses Warfa Sidaharja-Kutawaringin, TNI dan Masyarakat Bergotong Royong

Kebutuhan air di lingkungan pesantren cukup tinggi karena digunakan untuk keperluan konsumsi, mandi, berwudu hingga menunjang aktivitas budidaya hidroponik.

Di luar lingkungan pesantren, sejumlah warga sekitar juga mulai menghadapi persoalan serupa akibat berkurangnya ketersediaan sumber air.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, BPBD Ciamis mengerahkan dua armada tangki. Air yang didistribusikan dalam kegiatan sosial tersebut disiapkan oleh Perumdam Tirta Galuh.

Tidak hanya bantuan air bersih, kegiatan juga dibarengi dengan layanan kesehatan.

Puskesmas Rajadesa membuka pemeriksaan gratis yang diikuti sekitar 200 santri dan warga di sekitar pondok pesantren.

Kepala Puskesmas Rajadesa, H. Aam Jambansari, mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan selama musim kemarau.

Perubahan kondisi lingkungan dan keterbatasan air bersih, kata dia, perlu diantisipasi agar tidak memicu gangguan kesehatan.

Ketua DPC 234 SC Ciamis, Alex Malinda, menyebut kegiatan tersebut menjadi bagian dari kepedulian organisasi terhadap persoalan yang tengah dihadapi masyarakat.

“Ini merupakan bentuk nyata kehadiran organisasi di tengah masyarakat. Kami ingin kegiatan sosial seperti ini tidak berhenti pada satu lokasi saja, tetapi dapat berlanjut ke wilayah lain yang membutuhkan di Tatar Galuh,” kata Alex.

Ia juga mengajak jajaran internal organisasi untuk memperkuat koordinasi hingga tingkat kecamatan sehingga respons terhadap berbagai persoalan sosial di masyarakat dapat dilakukan dengan lebih cepat dan terarah.

Pihak pesantren menyambut baik bantuan yang diberikan sejumlah pihak tersebut. Luqmanul berharap distribusi air bersih dapat kembali dilakukan apabila musim kemarau berkepanjangan dan sumber air di wilayahnya belum kembali normal.

“Air adalah sumber kehidupan, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun aktivitas ibadah,” pungkasnya. (Pepi Irawan/PasundanNews.com)