PANGANDARAN, PASUNDANNEWS.COM – Anggota MPR RI Fraksi Partai Golkar, Dr. Agun Gunandjar Sudarsa menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kabupaten Pangandaran, Selasa (9/12/2025).

Kegiatan mengusung tema ‘Mengelola Kekayaan Maritim Pangandaran dalam Bingkai NKRI untuk Kesejahteraan Rakyat’.

Bertempat di kawasan pesisir yang menjadi pusat ekonomi maritim, Agun menekankan bahwa kekayaan laut Pangandaran bukan sekadar anugerah alam, melainkan amanah konstitusi yang harus dikelola demi kemakmuran bersama sebagaimana diatur dalam Pasal 33 UUD NRI 1945.

Agun menyoroti lonjakan kunjungan wisatawan ke Pangandaran menjelang libur akhir tahun 2025.

Ia mengingatkan bahwa keramaian ini harus dibarengi dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, di mana masyarakat lokal tetap ramah dan terbuka namun tetap teguh menjaga identitas budaya serta kelestarian lingkungan.

“Pangandaran adalah wajah kekayaan laut Indonesia di Jawa Barat. Saat ini, dengan tren Blue Economy (Ekonomi Biru) yang sedang kita dorong, nelayan dan pelaku wisata harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Ini adalah wujud nyata dari kedaulatan ekonomi dalam pilar NKRI,” ujar Agun di hadapan kelompok nelayan dan penggiat pariwisata.

Dalam paparannya, legislator senior partai Golkar ini menjelaskan bahwa pemahaman terhadap Empat Pilar sangat relevan bagi masyarakat pesisir:

“Pancasila menjadi landasan agar pengelolaan laut tidak dikuasai segelintir pihak, melainkan untuk keadilan sosial seluruh rakyat Pangandaran,” tuturnya.

Selain itu, UUD 1945 turut menjamin hak nelayan tradisional dalam mengakses sumber daya laut.

Ditambah NKRI yang menegaskan bahwa laut adalah pemersatu bangsa yang harus dijaga dari eksploitasi ilegal atau pengaruh luar yang merugikan.

“Bhinneka Tunggal Ika sebagai basis nilai untuk mengelola keberagaman latar belakang wisatawan dan pendatang dengan semangat toleransi,” jelasnya.

Menjelang tahun 2026, Agun juga mengingatkan tantangan perubahan iklim dan kedaulatan wilayah laut.

Ia mendorong pemuda Pangandaran untuk tidak meninggalkan sektor kelautan, namun mengelolanya dengan teknologi modern tanpa kehilangan nilai gotong royong.

“Jangan sampai laut kita kaya, tapi masyarakatnya hanya jadi penonton. Dengan memegang teguh Empat Pilar, kita punya landasan moral untuk menolak setiap kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat kecil. Mari kita jaga laut Pangandaran sebagai bagian dari martabat bangsa,” pungkasnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi serap aspirasi mengenai perlindungan hukum bagi nelayan dan peningkatan infrastruktur dermaga di wilayah Parigi hingga Cijulang. (Hendri/PasundanNews.com)