BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Pada tahun 2025 ini, dosen dari Kelompok Keilmuan Teknologi Kehutanan (KKTK) Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB gencar melakukan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat khusunya pada Kelompok Usaha Bersama (KUBE).
Kali ini, beberapa dosen dari SITH-ITB melakukan pembinaan kepada KUBE Mandiri Sejahtera di Desa Selamanik, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis Jawa Barat, Sabtu (27/9/2025).
KUBE Mandiri Sejahtera ini dibentuk dalam rangka upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan meningkatkan produktifitas masyarakat dalam menunjang ekonomi keluarga.
Kelompok ini akan memulai usaha dengan melibatkan masyarakat desa dan memanfaatkan potensi-potensi yang ada dan dapat dikembangkan khususnya di wilayah Desa Selamanik dan sekitarnya.
Menurut dosen SITH ITB, Dr. Yoyo Suhaya, S.Hut., M.Si. yang juga ketua pelaksana, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya pengembangan bisnis melalui produksi pelet kayu (wood pellet).
Yoyo menyebutkan, menurut data BPS tahun 2024, Ciamis merupakan salah satu sentra produksi kayu hutan rakyat dengan luas lebih kurang 28.000 ha tahun 2024 dengan produksi mencapai 325.000 m3 dengan asumsi rendemen industri penggergajian sebesar 50%.
Baca Juga :Mohamad Ijudin Dorong Pemanfaatan Lahan Tak Produktif sebagai Potensi Penguatan Ekonomi Kerakyatan
“Dari data tersebut maka akan dihasilkan limbah sebanyak 161.500 m3 berupa sebetan kayu dan serbuk gergaji,” kata Yoyo dalam keterangan yang diterima pasundannews.com, Minggu (28/9).
Ia melanjutkan, salah satu potensi yang sangat besar apabila limbah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai produk yang lebih bernilai seperti pelet kayu.
Menurutnya, Selamanik merupakan salah satu desa yang memiliki cukup banyak industri penggergajian kayu, dimana limbah serbuk gergaji sejauh ini belum dimanfaatkan secara optimal.
“Diharapkan melalui produksi dan pembuatan produk pelet kayu ini anggota kelompok dapat memperoleh pendapatan tambahan diluar pendapatan keseharian mereka yaitu dari kegiatan bertani, beternak, berdagang dan pekerjaan lainnya,” katanya.
Program pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat menjadi jembatan dalam kerangka penerapan teknologi tepat guna untuk memanfaatkan sumberdaya lokal khususnya limbah industri penggergajian yang tersedia dan dikelola menjadi produk yang lebih tinggi nilai kompetitifnya.
Sehingga hal tersebut akan mampu meningkatkan daya saing dan nilai ekonomi sumberdaya lokal tersebut.
Baca Juga :Ciamis Dinobatkan sebagai Kota Terbersih Se-ASEAN, DPRKPLH Ungkap Proses Panjang Pencapaian
Salah satu upaya untuk meningkatkan daya saing dan nilai ekonomi dari limbah serbuk gergaji tersebut yaitu melalui pelatihan pembuatan pelet kayu sebagai upaya memberdayakan masyarakat khususnya pengrajin kelompok usaha di Desa Selamanik.
“SITH ITB ingin menjalin kerjasama dengan KUBE yang saat ini diketuai oleh Bapak Alin Supriadi, SE., memiliki sekretariat di Desa Selamanik” ujarnya.
“Kerjasama yang baik antara pihak ITB dengan masyarakat, melalui kegiatan-kegiatan pembinaan dan pemberdayaan dalam upaya mendorong peningkatan ekonomi diharapkan akan memberikan dampak yang baik khususnya bagi masyarakat,” katanya menambahkan.
Sementara itu, Kepala Desa Selamanik Yayat Ruhiyat menyambut baik adanya kegiatan pengabdian masyarakat dari dosen-dosen ITB ini.
“Kegiatan ini mudah-mudahan dapat memberikan manfaat yang baik bagi kelompok maupun masyarakat, dan berharap kegiatan kerjasama dan pembinaan dari ITB dapat terus berlangsung,” ucapnya.
(Hendri/PasundanNews.com)



















































