BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Korban kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Siliwangi, Desa Mekarharja, Purwaharja, Kota Banjar, tepatnya di depan SPBU Randegan, pada Kamis (4/6/2026) merupakan seorang mahasiswa asal Kabupaten Garut.
Korban diketahui bernama Aghni Ahmad Al Ghifari (20), warga Kampung Tutugan, Desa Haruman, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut.
Korban meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya terlibat tabrakan dengan bus Sugeng Rahayu bernomor polisi W 7015 UO.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Banjar, Ipda Rifqi, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan awal, kecelakaan terjadi saat bus yang melayani rute Bandung–Surabaya tersebut melintas di lokasi kejadian dari arah barat menuju timur.
“Sepeda motor Honda Vario bernomor polisi B 4793 SPH diduga melaju dari arah timur menuju barat. Dari arah berlawanan datang bus yang diduga hilang kendali hingga masuk ke jalur berlawanan dan melindas sepeda motor,” ujarnya.
Baca Juga :Tabrakan Bus Sugeng Rahayu vs Sepeda Motor di Banjar, Satu Orang Meninggal Dunia
Benturan keras yang terjadi membuat korban terseret beberapa meter sebelum kendaraan besar tersebut akhirnya berhenti.
Sejumlah warga dan pengguna jalan yang berada di sekitar lokasi langsung berupaya memberikan pertolongan serta melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.
Petugas Satlantas Polres Banjar yang tiba di lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi korban. Sepeda motor Honda Vario milik korban mengalami kerusakan parah, sedangkan bus mengalami pecah kaca pada bagian depan.
Kedua kendaraan kini diamankan di Unit Gakkum Laka Satlantas Polres Banjar untuk kepentingan penyelidikan.
Hasil pemeriksaan medis di Instalasi Pemulasaran Jenazah RSUD Kota Banjar menunjukkan korban mengalami luka berat di sejumlah bagian tubuh.
Dokter Forensik RSUD Kota Banjar, dr. Hendrik, mengungkapkan bahwa korban mengalami luka terbuka, lecet, memar di wajah, serta beberapa patah tulang akibat benturan keras.
“Kami melakukan pemeriksaan luar. Ditemukan luka terbuka, lecet, dan memar di bagian wajah. Selain itu, korban mengalami patah tulang di kedua tangan, tulang selangka kanan, serta tulang dada. Penyebab utama kematian diduga karena korban mengalami asfiksia atau kekurangan oksigen yang dipicu oleh benturan sangat keras pada bagian dada,” jelas dr. Hendrik. (Hermanto/PasundanNews.com)



















































