Anggota DPRD Kota Banjar dari Fraksi PDI Perjuangan, Dalijo, menggelar reses masa persidangan II tahun sidang 2025–2026 di Lingkungan Sumanding Wetan RW 22, Kelurahan Mekarsari, Senin (30/3/2026).

BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Anggota DPRD Kota Banjar dari Fraksi PDI Perjuangan, Dalijo, menggelar reses masa persidangan II tahun sidang 2025–2026 di kediamannya, Lingkungan Sumanding Wetan RW 22, Kelurahan Mekarsari, Senin (30/3/2026).

Kegiatan yang dirangkaikan dengan silaturahmi ini dihadiri sekitar 50 warga dari lingkungan setempat yang antusias menyampaikan berbagai keluhan dan harapan.

Dalam suasana sederhana namun penuh harap, warga memanfaatkan momen reses untuk menyuarakan kebutuhan mendesak, mulai dari infrastruktur lingkungan hingga persoalan sosial yang selama ini belum tersentuh program pemerintah. Dalijo tampak mencatat satu per satu aspirasi yang disampaikan masyarakat.

Namun di balik forum yang seharusnya menjadi jembatan antara rakyat dan kebijakan, terselip kenyataan pahit. Dalijo secara terbuka mengakui bahwa pada tahun ini tidak ada program konkret yang bisa langsung dijanjikan kepada masyarakat.

Baca Juga :Distribusi Bantuan Pangan di Kelurahan Banjar Ringankan Beban 1.644 KPM

“Saya hanya bisa menampung aspirasi masyarakat. Untuk tahun ini, memang belum ada program yang bisa direalisasikan,” ujar Dalijo dengan nada kecewa.

Ia menambahkan, seluruh aspirasi yang telah dihimpun tetap akan disampaikan kepada Pemerintah Kota Banjar. Meski demikian, Dalijo tidak dapat memberikan kepastian terkait tindak lanjut dari usulan-usulan tersebut.

“Setelah saya tampung, akan saya sampaikan ke pemerintah kota. Soal direalisasikan atau tidak, saya tidak tahu,” tegasnya.

Ia juga mengisyaratkan adanya keterbatasan kewenangan sekaligus ketidakpastian dalam proses pengambilan kebijakan.

Dalijo juga menyinggung kondisi keuangan Pemkot  Banjar yang tengah tidak stabil. Situasi tersebut disebut menjadi salah satu faktor utama mandeknya berbagai program pembangunan yang sebelumnya diharapkan bisa menjawab kebutuhan masyarakat.

“Pemerintah Kota Banjar saat ini sedang tidak baik-baik saja terkait keuangannya. Itu yang menjadi kendala utama,” ungkapnya secara gamblang.

Pernyataan tersebut sontak menimbulkan tanda tanya besar di kalangan warga. Reses yang semestinya menjadi ruang solusi, justru memperlihatkan jurang antara harapan masyarakat dan kemampuan pemerintah dalam merealisasikannya. (Hermanto/PasundanNews.com)