BERITA PANGANDARAN, PASUNDANNEWS.COM– Pemuda asal Dusun Sindangmanggu, Desa Bagolo, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, sukses menekuni usaha budidaya jamur tiram di kampung halamannya.
Ia adalah Antonio, lulusan SMK yang memilih kembali ke desa untuk membangun usahanya sendiri.
Sebelumnya, Antonio pernah bekerja selama tiga tahun di daerah Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, sebagai karyawan di bidang budidaya jamur.
Dari pengalaman itu, ia mengasah keterampilan sekaligus mengumpulkan modal ilmu untuk diterapkan di tanah kelahirannya.
Sepulangnya ke Pangandaran, Antonio memberanikan diri membuka usaha jamur secara mandiri.
Selama tiga bulan awal, ia tekun belajar dari nol, mulai dari pembuatan bahan, pengemasan baglog, hingga proses panen yang dilakukan sendiri.
Awalnya, Antonio hanya membuat sekitar 600 baglog. Modal yang dikeluarkan sekitar Rp1,2 juta termasuk bahan dan peralatan sederhana. Meski kecil, hasilnya kini mulai ia nikmati, bahkan terus berkembang dari hari ke hari.
Baca Juga : Teras Kaca Karapyak Tutup, Dulu Ikon Wisata Favorit Spot Foto Jadi Rebutan Pengunjung
Menariknya, ia memanfaatkan bekas rumah orangtuanya yang sudah tidak dihuni lagi sebagai lokasi budidaya. Dengan cara itu, ia bisa menghemat biaya sewa tempat dan lebih leluasa mengelola jamur tiramnya.
Panen jamur dilakukan dua kali sehari, pagi dan sore. Rata-rata, Antonio mampu menghasilkan 8 sampai 10 kilogram jamur tiram setiap hari.
Jamur tersebut dipasarkan ke warung-warung sekitar dengan harga Rp 25.000 per kilogram.
“Kalau dihitung sebulan bisa tembus Kisaran Rp 6 juta lebih kurangnya. Pertama kali panen hanya 2 sampai 3 kilogram per hari, sekarang sudah meningkat,” kata Antonio, Minggu (24/8/2025).
Kendati demikian, ia mengaku masih menghadapi kendala. Permintaan jamur di pasaran cukup tinggi, namun jumlah produksi yang ada belum mampu memenuhi semua kebutuhan konsumen.
Selain budidaya jamur, Antonio juga mengembangkan usaha ternak domba jenis Etawa yang dipesan dari luar daerah. Hal ini semakin menambah semangatnya dalam dunia wirausaha.
“Walaupun lulusan SMK, saya lebih memilih berwirausaha di rumah. Selain dekat dengan orang tua, saya juga bisa mandiri dan membuka peluang usaha,” pungkasnya.
(Deni Rudini/PasundanNews.com)




















































