Dafid Firdaus. Foto/Istimewa

BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Sudah lebih dari tujuh bulan sejak dilantik pada 20 Februari 2025 lalu, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya memimpin Ciamis tanpa didampingi seorang Wakil Bupati (Wabup).

Hal tersebut menjadi bahan analisis sejumlah elemen masyarakat, salah satunya seorang akademisi Endin Lidinillah.

Menurutnya, kekosongan yang berlarut-larut akibat tidak adanya regulasi yang secara tegas mengatur mekanisme pengisian jabatan wakil bupati sejak awal masa jabatan.

Kondisi itu bermula ketika calon Wabup mendampingi Herdiat, Yana D. Putra meninggal dunia hanya 29 hari sebelum pemungutan suara Pilkada Serentak 2024.

“Walaupun belum jelas kapan kekosongan kursi Wabup akan diisi, sejumlah tokoh politik maupun nonpartai mulai bermunculan,” ungkapnya, Minggu (23/8/2025).

Baca Juga : David Firdaus Masuk Bursa Cawabup Ciamis, Herdiat: Ada 2 Calon dari NasDem
Dafid Firdaus di Bursa Wabup Ciamis

Endin menuturkan, salah satu nama yang mencuat adalah Dafid Firdaus, Ketua Dewan Pakar DPD Partai NasDem Ciamis.

Ia dipandang memiliki modal politik, sosial, dan pengalaman organisasi yang bisa menjadi bekal kuat untuk bersaing dalam bursa calon wakil bupati.

“Sebagai Ketua Dewan Pakar Partai NasDem Ciamis, beliau memiliki posisi strategis yang bisa memperbesar peluang diusung oleh partai,” kata Endin, Minggu (24/8/2025).

Endin melanjutkan, mekanisme pengisian jabatan Wabup kemungkinan mengacu pada Pasal 176 UU No. 10 Tahun 2016, yakni calon diajukan partai politik atau gabungan parpol pengusung. Dari sisi ini menurutnya, Dafid Firdaus relatif lebih unggul dibanding tokoh non-partai.

“Latar belakangnya sebagai aktivis membuatnya memiliki jaringan luas untuk membentuk tim sukses, mulai dari kalangan KAHMI, organisasi kepemudaan, hingga komunitas kemasyarakatan. Modal sosial ini menjadi salah satu kelebihan yang tidak dimiliki semua kandidat,” terangnya.

Namun, lanjutnya, perlu juga memperkuat akseptabilitasnya di mata Bupati Herdiat Sunarya. Sebab, meski usulan calon berasal dari parpol, tetap harus melalui Bupati sebelum dibawa ke DPRD.

Posisi Bupati dalam hal ini bukan sekadar administratif, melainkan juga politis-Bupati bisa saja menolak calon yang tidak memiliki chemistry dengannya.

“Penting juga membangun komunikasi intensif dengan partai-partai pengusung Herdiat-Yana di Pilkada 2024. Dukungan mereka sangat menentukan, baik dalam pengusulan dua nama calon wabup maupun pada proses pemilihan di DPRD,” katanya.

Endin menilai, sebagai mantan aktivis, Dafid Firdaus diyakini memiliki kapasitas negosiasi yang cukup untuk mencari posisi tawar saling menguntungkan.

Namun, aspek lain yang tidak kalah penting adalah kesiapan modal ekonomi.

“Meski NasDem dikenal dengan politik tanpa mahar, dinamika politik di daerah tetap membutuhkan biaya operasional besar untuk membangun kesepakatan, forum, dan pertemuan politik,” jelasnya.

Profil Singkat Dafid Firdaus

Di luar modal politik, sosok Dafid Firdaus dikenal aktif dalam pendidikan, sosial, dan kemasyarakatan.  Karakter komunikatif dan santun membuatnya relatif mudah diterima banyak kalangan.

Baca Juga : Gotong Royong Warga Panaragan Ciamis, Dua Rumah Tak Layak Huni Kini Direhab

Dengan latar pendidikan, pengalaman organisasi, serta jejaring luas, Dafid Firdaus dipandang mampu menghadirkan gagasan segar dalam kepemimpinan daerah.

Meski keputusan akhir siapa yang akan mendampingi Herdiat Sunarya sebagai Wabup masih menunggu dinamika politik, hadirnya nama Dafid Firdaus jelas menambah warna baru dalam peta politik Ciamis.

“Ia bukan hanya tampil sebagai kader partai, tetapi juga representasi generasi baru yang berpeluang memberikan energi segar bagi pembangunan daerah,” tandas Endin.

(Hendri/PasundanNews.com)