BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Upaya Pemerintah Desa Cimari, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis dalam memperkuat ketahanan pangan mulai menunjukkan hasil menggembirakan.
Melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Tirta Rancabala, Desa Cimari resmi menggelar panen perdana melon di area green house Dusun Ranjirata, Desa Cimari, pada Minggu (30/11/2025).
Panen perdana ini menandai langkah serius pemerintah desa dalam mengembangkan sektor pertanian modern berbasis teknologi greenhouse sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
Kepala Desa Cimari, Riky Aryana, menyampaikan bahwa Bumdes Tirta Rancabala saat ini mengelola beberapa unit usaha strategis yang melibatkan masyarakat desa.
Diantaranya kelompok Pemuda Tani Milenial Amanda untuk budidaya melon dan timun, Kelompok Tani Trimukti untuk padi, serta kelompok LIN yang bergerak di bidang peternakan domba.
“Panen ini menjadi bukti nyata bahwa program ketahanan pangan di Desa Cimari berjalan sesuai harapan. Ini bukan sekadar uji coba, tetapi langkah awal membangun kemandirian pangan desa,” ujar Riky.
Program tersebut mendapat dukungan anggaran Dana Desa tahun 2025 sebesar Rp217 juta, dengan 20 persen dialokasikan sebagai penyertaan modal bagi Bumdes.
Dana kemudian disalurkan kepada kelompok usaha sebagai stimulan penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.
Riky menargetkan pengembangan luas area tanam sebagai tindak lanjut dari keberhasilan panen perdana.
Menurutnya, perluasan areal green house menjadi prioritas agar volume produksi dan manfaat ekonomi dapat meningkat.
Baca Juga :Sekda Ciamis: Muhammadiyah Mitra Strategis Pembangunan Daerah dan Penguatan Umat
“Jika hasil terus stabil, tahun depan kami akan menambah green house agar lebih banyak warga yang terlibat dan merasakan dampaknya,” tuturnya.
Terkait keterlibatan dalam pasokan bahan pangan untuk dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG), Riky menjelaskan bahwa melon premium produksi Desa Cimari saat ini belum masuk skema serapan karena harga pasar yang belum sesuai dengan kriteria MBG.
“Harga melon saat ini berkisar Rp25 ribu per kilogram dengan berat rata-rata 1,5 kilogram per buah, sehingga belum bisa masuk dalam pengadaan MBG,” jelasnya.
Meski demikian, ia menegaskan komitmen desa untuk mendukung penuh penguatan rantai pasok pangan lokal dan berharap dapur MBG dapat memprioritaskan komoditas dari petani sekitar.
Sementara itu, Direktur Bumdes Tirta Rancabala, H. Dadang Kadarusman, menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan melon sebagai salah satu produk unggulan Desa Cimari yang mampu bersaing di pasar.
“Kami ingin menjadikan melon sebagai identitas Desa Cimari. Ini baru panen awal, dan kami akan terus kembangkan baik dari sisi kualitas maupun kuantitas produksi,” katanya.
Penanggung jawab teknis budidaya, Agus Heryanto, melaporkan hasil panen perdana mencapai sekitar 3 kuintal dari total 336 pohon.
Tiga varietas yang dibudidayakan meliputi Amanda, Golden Luna, dan Golden Cantaloupe.
Baca Juga :Ciamis Borong Empat Apresiasi Nasional, Arah Pembangunan Kian Terpadu
“Penjualan saat ini masih mengutamakan warga desa dengan sistem petik langsung. Kami juga masih melakukan uji varietas untuk menentukan jenis melon paling unggul yang akan dikembangkan ke depan,” jelasnya.
Agus menambahkan bahwa proses budidaya menggunakan media tanam campuran tanah, sekam bakar, dan pupuk organik untuk menjaga kualitas dan kesuburan tanaman.
Keberhasilan panen perdana melon ini memperkuat optimisme bahwa Desa Cimari mampu mengelola potensi pertanian secara mandiri dan berkelanjutan.
Program tersebut menjadi simbol kebangkitan ekonomi masyarakat desa berbasis inovasi dan kerja kolektif.
“Semoga komitmen pemerintah desa dan partisipasi masyarakat, Desa Cimari diharapkan mampu menjadi contoh pengembangan ketahanan pangan desa yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” tandas Agus.
(Pepi Irawan/PasundanNews.com)




















































