BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Akses penghubung utama antara Dusun Karangsari, Desa Batulawang, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar dengan Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, terpaksa ditutup sementara.

Penutupan jembatan gantung tersebut diberlakukan sejak 11 November 2025, setelah pondasi dan tebing di sekitar tiang penyangga ambrol akibat derasnya arus sungai dan tingginya curah hujan beberapa hari terakhir.

Menurut Kepala Desa Batulawang, Yosef Erawan, penutupan jembatan dilakukan demi keselamatan warga.

“Penutupan jembatan itu sudah berlangsung sejak tiga hari lalu. Akan dibuka kembali setelah selesai diperbaiki dan dinyatakan aman untuk dilintasi masyarakat,” ujar Yosep, Kamis (13/11/2025).

Yosep menambahkan, jembatan tersebut memiliki peran vital bagi aktivitas warga dua wilayah yang terhubung. Ia berharap perbaikan segera dilakukan oleh Pemerintah Kota Banjar.

“Kemarin kondisi jembatan sudah ditinjau langsung oleh Walikota Banjar bersama OPD terkait. Mudah-mudahan bisa segera diperbaiki karena akses ini sangat penting bagi masyarakat,” katanya.

Hal senada diungkapkan Ketua LPM Desa Batulawang, Rahman. Ia menyebut kondisi pondasi jembatan kini semakin parah dan sangat berisiko bila tetap digunakan.

Baca Juga :Inovasi Ramah Lingkungan, Desa Kujangsari Kota Banjar Olah Kotoran Sapi Jadi Biogas

“Pondasi jembatan sudah terbawa arus air. Kalau masih dipaksakan dilalui, tentu sangat berbahaya bagi warga,” tuturnya.

Selama jembatan ditutup, warga Dusun Karangsari terpaksa menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh.

“Untuk sementara, masyarakat melewati Jembatan Bojongnangka atau Jembatan Batukuya. Meski jaraknya lebih panjang, ini satu-satunya pilihan aman sampai jembatan diperbaiki,” imbuh Rahman.

Kondisi memprihatinkan itu mendapat perhatian langsung dari Walikota Banjar, Ir H Sudarsono. Ia meninjau langsung ke lokasi bersama Sekda H. Soni Harison dan sejumlah kepala OPD terkait. Turut hadir pula Kapolsek Pataruman, AKP Hadi Winarso dan Camat Pataruman, Jaenal Arifin.

“Kami ingin memastikan kondisi jembatan ini aman atau tidak digunakan dulu oleh masyarakat. Saat ini juga saya minta dinas terkait untuk berkoordinasi dengan PT KAI guna meminta bantuan rel bekas untuk memperkuat bantaran sungai sebagai upaya sementara,” kata Sudarsono.

Lebih lanjut, Sudarsono menegaskan bahwa Pemkot Banjar berkomitmen menjaga keselamatan warga dan terus memantau kondisi infrastruktur publik, terutama di musim hujan.

“Saya minta seluruh lurah dan camat untuk meningkatkan kewaspadaan di wilayah masing-masing, terutama di daerah rawan banjir dan longsor. Pantau infrastruktur publik agar perbaikan pasca bencana bisa lebih cepat,” pungkasnya.

(Hermanto/PasundanNews.com)