dr Herman Sutrisno saat memberikan bantuan beras kepada lansia dalam aksi sosial di Lingkungan Parunglesang RT 03 RW 17, Kelurahan Banjar, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Sabtu (11/7/2026). Foto/Hermanto.PasundanNews.com

BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Jabar Bergerak Kota Banjar kembali menggelar kegiatan sosial berupa pembagian beras kepada puluhan warga lanjut usia (lansia) setelah sempat terhenti selama kurang lebih tiga bulan.

Kegiatan berlangsung di Lingkungan Parunglesang RT 03 RW 17, Kelurahan Banjar, Kecamatan Banjar, Sabtu (11/7/2026).

Sebanyak 40 lansia menerima bantuan beras masing-masing seberat 2,5 kilogram.

Penyaluran dilakukan secara simbolis oleh Sesepuh Kota Banjar, dr Herman Sutrisno, kemudian dilanjutkan oleh para relawan Jabar Bergerak kepada seluruh penerima manfaat.

Kegiatan tersebut dihadiri Lurah Banjar Hendri Sumantri, Ketua Jabar Bergerak Kota Banjar Ari Faturohman, tokoh masyarakat, Karang Taruna, relawan, serta warga setempat.

Selain menyalurkan bantuan, rombongan juga memanfaatkan kesempatan itu untuk bersilaturahmi sekaligus menyapa masyarakat secara langsung.

Lurah Banjar Hendri Sumantri menyampaikan apresiasi atas kembali bergulirnya program bantuan tersebut.

Menurutnya, perhatian kepada kelompok lansia menjadi bentuk kepedulian sosial yang patut didukung, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat.

Baca Juga :Badko HMI Minta PT PLN UID Benahi Jaringan Listrik Wilayah Jabar Selatan, Soroti Pemadaman Berulang di Tiga Kabupaten

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian yang terus diberikan kepada masyarakat Kelurahan Banjar. Mudah-mudahan bantuan ini dapat bermanfaat sekaligus menjadi penyemangat bagi para lansia,” kata Hendri.

Sementara itu, Ketua Jabar Bergerak Kota Banjar Ari Faturohman menegaskan bahwa kegiatan berbagi tersebut merupakan agenda kemanusiaan yang dilaksanakan secara sukarela.

Ia memastikan seluruh relawan bergerak dengan semangat gotong royong tanpa membawa kepentingan politik.

“Ini murni kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat. Kami ingin terus hadir bersama relawan untuk membantu warga yang membutuhkan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, dr Herman Sutrisno menepis anggapan bahwa kehadirannya memiliki agenda tertentu.

Menurut mantan Wali Kota Banjar tersebut, dirinya datang semata-mata untuk menjaga silaturahmi dan mengetahui secara langsung kondisi masyarakat.

Ia juga menyinggung pernyataan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang pernah menyebut Kota Banjar sebagai ‘kota ripuh’.

Menurut Herman, persoalan yang dihadapi bukan berada pada masyarakatnya, melainkan pada tata kelola pemerintahan.

“Kegiatan ini tidak ada kepentingan politik ataupun kepentingan lain. Saya hanya ingin bersilaturahmi dan melihat kondisi masyarakat. Kata Bapa Aing, Pak Gubernur, Banjar itu kota ripuh. Menurut saya yang ripuh bukan masyarakatnya, tetapi pemerintah kotanya. Namun saya percaya masyarakat Banjar tetap kuat dan harus selalu bersyukur,” ucap Herman.

Ia berharap bantuan yang diberikan tidak dipandang dari nilai ekonominya, melainkan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian kepada masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan.

“Jangan melihat besar kecilnya bantuan ini, tetapi lihatlah sebagai bentuk kadeudeuh dan kasih sayang kami kepada warga Kota Banjar,” pungkasnya. (Hermanto/PasundanNews.com)