BERITA PANGANDARAN, PASUNDANNEWS.COM-Sebanyak 30 guru Bimbingan Konseling (BK) dari SMA dan SMK se-Kabupaten Pangandaran mengikuti kegiatan Fasilitator Daerah (Fasda), Kamis (2/10/2025)
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini difokuskan untuk meningkatkan kompetensi guru BK, terutama melalui pendalaman materi 7 Jurus BK Hebat dari Kemendikdasmen RI.
Salah seorang peserta, Hilman, menyebut pelatihan kali ini sangat berbeda dari sebelumnya.
“Kegiatan ini benar-benar menambah wawasan. Kalau biasanya kami hanya mengulang teori, kali ini langsung belajar metode yang aplikatif,” ujarnya.
Hilman menambahkan, konsep 7 Jurus BK Hebat mudah dipahami dan tidak menyulitkan guru untuk diterapkan di sekolah.
“Setelah melaksanakan kegiatan ini, tentu kompetensi guru BK bertambah. Nantinya bisa langsung diimplementasikan di sekolah masing-masing,” kata Hilman.
Menurutnya, metode ini sangat layak untuk dilaksanakan di lapangan.
Baca Juga :Marak Isu Keracunan MBG, Ketua Pusat Kajian Hukum Unigal Ciamis Dorong Ikuti Standarisasi Norma Hukum
“7 Jurus BK Hebat ini tidak ribet, justru sangat sederhana namun efektif. Itu menjadi keuntungan bagi kami sebagai guru BK,” tegasnya.
Menurut Finsa, Salah satu fasilitator kegiatan juga mengapresiasi antusiasme peserta.
“Para guru BK di Pangandaran sangat aktif berdiskusi. Kami berharap materi ini bisa benar-benar dijalankan di sekolah,” ucapnya saat memberikan keterangan.
Ucapan terima kasih pun disampaikan oleh para peserta kepada pihak penyelenggara.
“Terima kasih kepada Kemendikdasmen RI melalui BBGTK Jawa Barat, Kantor Wilayah Cabang XIII, dan Fasilitator Nasional (Fasnas) yang sudah memberi kesempatan bagi kami untuk menambah ilmu,” ujar Hilman.
Peserta lain menilai, kegiatan seperti ini penting untuk kesinambungan layanan BK di sekolah.
“Kami butuh bekal yang nyata, bukan sekadar teori. Dengan 7 Jurus BK Hebat, kami optimistis bisa lebih dekat dengan siswa,” tutur Taufik seorang guru yang ikut pelatihan.
Ke depan, para guru BK berharap pelatihan serupa terus berlanjut.
“Semoga kegiatan ini bisa rutin digelar. Karena kami ingin terus berkembang, dan konseling di sekolah menjadi lebih bermanfaat bagi siswa,” pungkas Hilman.
(Deni Rudini/PasundanNews.com)



















































