BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Program Kampung Iklim (Proklim) kembali digelar di Kota Banjar tahun 2025. Tahun ini, Dusun Pabuaran, Desa Karyamukti, ditetapkan sebagai lokasi dalam program nasional yang digagas oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tersebut.
Kegiatan Proklim ini bertujuan memperkuat aksi mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim yang dilakukan masyarakat di tingkat tapak.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjar berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat Dusun Pabuaran.
Pendampingan ini dilakukan agar berbagai upaya mitigasi lingkungan yang telah berjalan dapat terus lestari dan berkelanjutan. Beberapa kegiatan yang digiatkan antara lain pengaktifan kembali bank sampah, penanaman di lahan pekarangan, serta pelestarian sumber mata air yang ada di wilayah tersebut.
Selain itu, masyarakat juga didorong untuk meningkatkan jumlah vegetasi dengan menanam pohon unggulan lokal, yakni rambutan Sibatulawang.
Selain itu, kegiatan wanatani, integrated farming, serta pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah juga menjadi bagian penting dari upaya mitigasi yang dilakukan warga.
Verifikasi terhadap kegiatan Proklim di Dusun Pabuaran telah dilakukan pada bulan Agustus 2025 oleh tim verifikator dari KLHK. Proses pengecekan lapangan juga melibatkan DLH Provinsi Jawa Barat untuk menilai sejauh mana keberhasilan masyarakat dalam melaksanakan aksi mitigasi dan adaptasi iklim di daerahnya.
“Hasil verifikasi ini menjadi dasar untuk menentukan daerah mana yang berhak memperoleh bantuan teknologi dari pemerintah provinsi. Dusun Pabuaran dinilai berhasil menjalankan kegiatan mitigasi dengan baik dan layak mendapat dukungan lanjutan,” ujar Dyah Shita Asri Wahyuningrum, Kepala Bidang Penataan, Peningkatan Kapasitas, dan Pengendalian Lingkungan DLH Kota Banjar, Jumat (7/11/2025).
Bantuan teknologi yang diberikan oleh DLH Provinsi Jawa Barat berupa mesin pencacah sampah, gerobak sampah, dan komposter. Peralatan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengelola sampah organik dan anorganik dengan lebih efektif, serta meningkatkan efisiensi kegiatan bank sampah di Dusun Pabuaran.
Dyah menambahkan, dukungan teknologi ini diharapkan tidak hanya memperkuat kegiatan Proklim di Dusun Pabuaran, tetapi juga menjadi contoh bagi wilayah lain di Kota Banjar untuk terus berinovasi dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Kami berharap bantuan ini menjadi pemicu semangat masyarakat untuk terus berkontribusi dalam aksi nyata mengatasi perubahan iklim,” pungkasnya.
(Hermanto/PasundanNews.com)




















































