Bus BESTI-KU, Inovasi DPPKB Banjar untuk Cegah Stunting Lewat Curhat dan Konseling Keliling. Foto/Hermanto.PasundanNews.com

BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Banjar menghadirkan inovasi pelayanan publik yang unik dan menyentuh langsung masyarakat melalui Bus Edukasi Cegah Stunting Terintegrasi Konseling Unit (BESTI-KU).

Program ini dirancang sebagai ruang konseling keliling untuk mendekatkan edukasi stunting dan berbagai informasi tentang pembangunan keluarga berkualitas melalui program quick win yaitu GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Atasi Stunting), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), SIDAYA ( Lansia Berdaya), TAMASYA ( Taman Asih Sayang Anak) langsung ke masyarakat desa dan kelurahan.

“BESTI-KU ini menjadi tempat curhat, diskusi, dan edukasi langsung yang bisa menjangkau masyarakat di titik-titik yang selama ini sulit dijangkau,” ujar Kepala Dinas DPPKB Kota Banjar, Budi Hendrawan, saat diwawancarai, Jumat (20/6/2025).

Selain layanan konseling, Bus BESTI-KU juga membawakan program terintegrasi seperti TERASERING (Ternak Ayam Sendiri, Sehat Sejahterakan Lansia dan Keluarga Resiko Stunting).

Program ini menggabungkan ketahanan pangan keluarga dengan peningkatan kesejahteraan kelompok rentan, seperti lansia dan keluarga miskin.

Menariknya, pendekatan komunikasi dilakukan secara inklusif dan kekinian lewat program “Curhat Gaes” (Curahan Hati Masyarakat Gerakan Aksi Edukasi Stunting), yang dikemas dengan konsep mirip podcast.

Warga bisa menyampaikan keluh kesah atau berbagi pengalaman secara terbuka di ruang diskusi luar bus, atau secara pribadi di dalam bus jika membutuhkan privasi.

Baca Juga :Polres Banjar Distribusikan Air Bersih ke Wilayah Desa Binangun yang Alami Krisis

“Semua curhatan dan masalah yang disampaikan masyarakat akan kami catat dan sampaikan kepada dinas atau instansi yang berwenang,” imbuh Budi.

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar solusi yang diberikan tidak hanya bersifat jangka pendek.

BESTI-KU akan berkeliling ke seluruh wilayah desa dan kelurahan sebagai bagian dari pelaksanaan visi-misi “Banjar Berdaya Bangun Masagi”, yang memiliki enam fokus utama yakni berdaya pangan, berdaya lokal, berdaya pacu, berdaya didik, berdaya bantu, dan berdaya tahan. Program ini diharapkan menjadi titik temu antara pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi persoalan stunting secara menyeluruh.

Dengan pendekatan humanis, kreatif, dan kolaboratif, DPPKB Kota Banjar berharap masyarakat akan merasa lebih didengar dan dilibatkan.

“Kami ingin hadir sebagai sahabat, bukan sekadar petugas. Karena mencegah stunting bukan hanya soal angka, tapi juga soal rasa dan empati,” pungkasnya.

(Hermanto/PasundanNews.com)