Pilihan Mahasiswa dari Queensland University Australia saat foto bersama para pegiat Sakola Motekar Desa Sukajadi Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis. Foto/Istimewa

BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Sakola Motekar (Modal Tekad Kadaek Rampak) di Kampung Cibunar, Desa Sukajadi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis dikunjungi Queensland University Australia.

Kunjungan yang bertujuan untuk belajar Perilaku Inklusivitas Masyarakat di Sakola Motekar Ciamis itu berlangsung selama 3-5 Desember.

Sebanyak 35 mahasiswa yang berasal dari ITB dan Universitas Queensland Australia telah mengikuti berbagai kegiatan yang difasilitasi Sakola Motekar Ciamis.

Dengan rangkaian kegiatan antara lain yaitu, Kaulinan Barudak Baheula (permainan tradisional), Gelar Karya dan Bermusik Gamelan, berbaur dengan warga, Diskusi Interaktif “The Power of Ngariung”.

Kemudian Pasar Kinanti (olahan pangan sehat dan sayuran dari Kelompok Wanita Tani dan pekarangan rumah) sebuah kegiatan rutin 5 mingguan.

Lalu pilah sampah di Bank Sampah Sakola Motèkar, Ngobeng, Berkebun dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis.

Selama kegiatan, mereka menginap di sejumlah rumah warga. Di Sakola Motekar Ciamis pun berbagai sektor terintegrasi, berbagai program dikolaborasikan lintas sektor, lintas usia.

Dengan kegiatan yang begitu bermakna, salah seorang mahasiswa Australia, Sadaf Leva Manshadi memberikan kesan pesan selama mengikuti pembelajaran di Sakola Motekar Ciamis.

“Pengalaman saya di Sakola Motekar sangat luar biasa. Dari saat pertama saya tiba, saya disambut dengan senyum ceria dan penyambutan yang indah. Saya yakin bahwa pengalaman ini telah mengubah hidup saya menjadi lebih baik,” jelasnya.

Ciamis yang Asri Menjadi Tempat yang Damai dan Bahagia

Ia pun mengungkapkan, desa dimana Sakola Motekar berada begitu indah. Jalannya bersih dan berwarna-warni.

“Saat kita lewat, penduduk desa tersenyum dan melambaikan tangan. Anak-anak berlari ke arah kita dengan senyum dan tawa. Di sana ada banyak tanaman, ada tanaman dekorasi ada juga tanaman yang bisa dimakan, semuanya membuat tempat itu hijau dan enak. Banyak kolam ikan dan suara air. Itu adalah tempat yang damai dan bahagia,” terangnya.

“Peristiwa yang paling menarik bagi saya adalah bertemu dengan anak-anak dan belajar tentang Sakola Motekar yang unik,” katanya sebagaimana keterangan tertulis yang diterima PasundanNews.com, Rabu (7/12/2022).

Menurutnya, anak-anak di Sakola Motekar sangat antusias. Mereka juga percaya diri dan semangat untuk mengenal mahasiswa Australia tersebut.

“Sekolah ini menarik dan saya yakin masih jauh untuk sampai pada visi para pendirinya. Tak perlu dikatakan lagi, saya terkesan dengan pentingnya fokus pada bakat masing-masing anak dan benar-benar mendorong bakat tersebut untuk dikembangkan melalui proses “perjodohan” mereka,” tuturnya.

“Saya belajar banyak dari komunitas ini yang fokus pada pemberdayaan dan perhatian terus-menerus untuk perbaikannya. Sungguh ini membuat saya hidup, melihat kepercayaan yang mereka miliki pada anak-anak dan desa secara keseluruhan,” kata Sadaf.

Ia merasa perlu banyak belajar lagi dan begitu nyaman saat melakukan pembelajaran di Sakola Motekar.

“Mereka memikirkan masa depan dengan cara yang sangat penting dan saya yakin kami harus banyak belajar dari Sakola Motekar,” tandasnya.(Herdi/PasundanNews.com)

Artikel sebelumyaBanjir di Cidolog Ciamis, Demokrat Bantu Perbaiki Jembatan Putus
Artikel berikutnyaJelang Akhir Tahun 2022, Pemkab Ciamis Kembali Raih Penghargaan Meritrokasi dari KASN